TENTANG SI CHIMER

Monday, February 20, 2017

DAN, SELAMANYA...

“Bagaimana kalau orang yang kamu cintai hidup lebih baik justru ketika kamu tidak bersamanya?” gadis itu bertanya dengan suara lirih dan senyum tipis. Matanya terus menatap ujung sepatu keds.

Pria di sebelahnya menerawang rintik hujan yang jatuh dari langit sembari menelengkan kepala, seperti sedang memutuskan sesuatu yang penting. “Mungkin aku sebaiknya pergi meninggalkannya sebab dia lebih baik tanpa aku. Tapi…,” suaranya menggantung.

Gadis itu akhirnya memberanikan diri menatap pria itu. “Tapi apa?”

Pria itu tertawa, pandangannya tetap lurus ke langit. Ia menertawai dirinya sendiri, dia selalu seperti itu. “Tapi itu nggak adil dong buat aku. Aku juga punya hak buat bahagia sama orang yang aku cinta.” Ia lalu menatap Sheena dengan sorot jenaka di matanya yang almond. “Cie, masih gagal move on ya sama mantan!?” tuduhnya.

Sheena menyeringai malas.

“Merana banget sih. Sampe segitunya sama mantanmu? Emangnya aku sama dia ganteng mana?”

*

Setelah mendapatkan jawaban dari pria itu, Sheena memutuskan untuk tidak lagi menghindar di setiap sore pria itu datang ke kafe tempatnya bekerja. Sheena tahu mereka sebaiknya tidak perlu lagi bertemu. Sebab lebih baik begitu. Sebab ia masih begitu mencintai seseorang dari masa lalu.
Seseorang yang bukan pria di hadapannya, meski mata mereka sama-sama almond. 

Image result for hands visualizeus
from visualizeus

4 comments:

  1. <3 gak sabar nunggu nangkring tobuk

    ReplyDelete
  2. Apakah ada email yang bisa dihubungi? ShopBack tertarik untuk bekerjasama dengan blog Anda dan mohon hubungi saya kembali melalui email collin@shopback.com

    Terima kasih

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower