TENTANG SI CHIMER

Wednesday, July 27, 2016

TENTANG SAAT INI

Holla...

I know i didn’t treat you well, Heartchime. I only come when I need you. So here I am, back to you with all my problems. But at least I always comeback to you.

Always.

Akhir-akhir ini sedang banyak masalah yang terus tertimbun kaya sampah. Masalah yang nggak bisa diceritakan ke orang lain. Kenapa? Because I know I am blessed. Karena saya tahu dari sekian banyak masalah yang datang, saya punya banyak hal yang patut untuk disyukuri. Hal itu membuat saya menahan diri untuk tidak mengeluh di hadapan orang lain. 

I’m still fine. 

So fine.

Tapi masalah tetaplah masalah dan saya butuh sesuatu untuk menyalurkannya. That’s the reason I’m here now. Kakak saya akan menikah bulan depan. Adik saya yang bermasalah dengan sekolahnya. Ditambah Mamas yang akan lanjut S1. Lalu kehidupan saya sendiri. Terlalu banyak yang ditanggung otak kecil saya. Dan saya mengeliminasi apa yang menurut saya tidak perlu.

Seperti membuang kanker.

image taken randomly from google

Tetap saja rasa sakitnya tersisa. Tetap saja meninggalkan akar bercokol dan bisa tumbuh lagi di masa depan. Masalah sejatinya seperti itu. Mereka seperti kanker. Butuh waktu lama untuk menghancurkannya. Butuh tahunan untuk melawannya.  Tahunan yang dilewati dengan rasa sakit dan harapan yang beberapa akan pupus dihantam realita.

Saat ini dengan kepala berdenyut nyeri saya menuliskan ini semua. Seandainya ada toko yang menjual kepala cadangan. Saya mau beli lima. Saya bongkar pasang saban migrane.

Saya ingin menyederhanakan masalah. Mengurai benang kusut. Menerjang waktu. Memberitahu diri saya sendiri di masa lalu: You should be happy now, you should be. Because future aren’t that good.
Saya barangkali hanya manusia biasa yang melewatkan bentuk-bentuk kebahagian begitu saja. Lupa bagaimana bahagia. Setelah masa itu terlewati saya barulah menyadari “that’s the happiness. Saya melewatkannya begitu saja”.  Barangkali saya seperti kebanyakan orang.

Saya ingin sekali berkata pada diri saya sendiri pada masa ini: Kamu seharusnya bahagia. Sekarang. Saat ini. Tidak besok, tidak lusa, tidak di masa depan. Bahagia adalah tentang saat ini.

Jangan

melewatkannya


lagi.   

Follower