TENTANG SI CHIMER

Wednesday, March 2, 2016

HAL HAL MEWAH DI MATA SAYA SAAT INI

Hai, chimers, apa kabar? Saya baru menyadari bahwa hal seperti blogwalking yang dulunya biasa saja ternyata adalah hal yang membahagiakan bagi saya. Saya rindu masa masa itu. Saya yang sekarang memiliki waktu yang sangat terbatas.

Kemarin saya izin nggak masuk kantor karena sakit. Kemarin saya menyadari betapa indahnya sakit itu. Saya bisa melihat hujan, ngobrol sama teman sekos dan juga nonton drama korea sambil tiduran. Saya lagi nonton Empress Ki ceritanya bagus sekali. Yah intinya saya melakukan hal yang saya sudah jarang bisa lakukan, bagi saya itu hal mewah saat ini.

Kerjaan saya masih habis habisan. Menghabiskan energi dan waktu. Untuk fokus menstabilkan kerjaan saya mutuskan untuk stop nulis novel dulu. Dan itu sudah berlangsung selama setahun sekarang.

Jiwa saya rindu menulis. Kemudian saya membuka arsip draft novel lama dan menemukan dua draft yang belum selesai, yakni Aruntem dan Mencinta Tanpa Percuma.

Saya iseng iseng meneruskan draft menggunakan platform GWP (gramedia writing project). Tujuan utama adalah untuk mencari pembaca, motivasi menulis, bertemu dengan penulis-penulis baru, tujuan selanjutnya adalah untuk menembus GPU.

Singkat kata baru saja memasuki bab 5 proyek menulis Mencinta Tanpa Percuma, saya dihubungi admin GWP. Ia bilang tertarik dengan naskah saya yang itu, meminta saya menyelesaikan, dan mengirimkan pada mereka.
Perasaan saya? Senang, pasti. Tapi ternyata ada perasaan yang lainnya. Saya kehilangan tempat untuk sharing dan itu menurunkan motivasi menulis.Sebab ketika sebuah naskah diminta oleh admin GWP, saya tidak diperbolehkan lagi memosting kelanjutan ceritanya.

Saya menyadari bahwa di dunia ini nggak ada pula yang gratis. Bahkan walau itu bakat menulis yang diberikan Allah, harus ditukar dengan rasa sakit, ketekunan, waktu yang tersita, serta belahan otak yang seharusnya digunakan untuk memikirkan hal hal keseharian. Siapa bilang jadi novelis itu gampang? Mereka mengorbankan banyak hal untuk apa yang kalian baca dalam bentuk buku.

Dan saya kini menyadari itulah perjuangan seorang novelis yang sebenarnya. Bagaimana agar dia terus berkarya tanpa lelah, tanpa bosan, tanpa ada kata menyerah.

8 comments:

  1. yah Ness.....tos dl kita.....samaan deh ga sempet bersih2 blog....bedanya km masih bs menelurkan 8 novel, aq tidak...hihihihi......takecare y, sehat itu mahal lo....minum vitamin

    ReplyDelete
  2. Nggak ada yang gratis? hmm kayaknya masih ada deh yang gratis senyuman haha *apasi ga nyambung

    ReplyDelete
  3. karena menulis itu bukan sekedar menulis ya, MBak

    ReplyDelete
  4. Waaah semangat ya, Mbak! One step closer! Dulu aku juga ikut ajang GWP, tapi setelah selesai ndak aku buka lagi akunku. Mungkin nanti aku mau ikutin jejak mbaknya hehehe

    ReplyDelete
  5. tenang pong nanti juga ada waktunya

    ReplyDelete
  6. wah mba Deviana punya pikiran yang positif ya :D sakit bisa jadi kesempatan melakukan hal yang ngga biasa :)

    Semangat Mba :D semoga bisa rampung novelnya :D

    ReplyDelete
  7. Semangat melanjutkan menulis Mencinta Tanpa Percuma mbak. Ditunggu novelnya :)

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower