TENTANG SI CHIMER

Wednesday, November 12, 2014

Bukan tentang kamu bisa hidup dengan atau tanpanya. Pada dasarnya kamu bisa hidup hingga sejauh ini sendiri. Tanpa dia. Kamu tidak mati hanya karena tidak ada yang mengingatkanmu untuk makan dan menjaga kesehatan. Kamu tidak terluka hanya karena tidak ada yang menyuruhmu untuk berhati-hati. Kamu bisa hidup tanpanya. Itu sudah kamu buktikan sendiri.

Kamu tidak akan mati hanya karena sehari saja tidak mengirim atau menerima kabar darinya. Kamu masih hidup dan bernapas. Duniamu tidak berhenti berputar. Semua baik-baik saja. Tidak ada masalah. Kesunyian ini pun bisa lekas hilang berjalan dengan berlalunya waktu. Kamu tidak butuh dia.

Namun terlepas dari itu semua. Bukankah mulai selalu muncul dia dalam keseharianmu?  Seakan keberadaannya sudah seharusnya. Tidak perlu dipertanyakan lagi. Setelah semua hal yang terjadi dalam hidupmu, kamu membangun dinding demikian tinggi. Kamu berlindung di baliknya dan kamu pikir tidak apa-apa jika sendiri.

Tapi dia datang dengan alaminya. Seperti angin yang menelisik cuping telinga. Seperti bukan hal yang aneh. Seperti sebuah keseharian. Barangkali memang sudah saatnya keluar dari balik dinding. Barangkali kamu kini sudah cukup kuat berpijak di bumi.


Barangkali.

Follower