TENTANG SI CHIMER

Saturday, August 9, 2014

KETIKA SENDIRI

Ketika sendiri saya sebnarnya tahu saya tidak benar-benar sendiri. Ketika tidak ada seseorang yang bisa memahami, saya tahu ada yang benar-benar bisa memahami posisi saya. Saya bicara dengan-Nya melalui dzikir dan kepasrahan. Melalui keinginan untuk semakin mendekat kepada-Nya.

Saya sudah melalui masa-masa sulit di mana membenci-Nya menjadi cara saya bertahan hidup. Mencari bukti bahwa manusia terlahir bukan sebagai wayang, mereka bisa menentukan takdirnya sendiri. Namun sejauh apapun saya lari saya kembali pada-Nya. Sejauh apapun saya memutar, saya ingkar, saya membenci, saya selalu kembali kepada-Nya.

Di saat sulit seperti ini saya tahu saya harus melepaskan semuanya. Saya telah menentukan pilihan. Saya memilihNya. Pada dasarnya semua pilihan menghadirkan resiko. Ketika saya memilihNya saya pun menghadapi resiko. Namun memang pada akhirnya semua pilihan selalu menghadirkan resiko. Apa yang harus ditakutkan?

Maka saya ingin memilih yang benar. Maka saya ingin terluka karena mempertahankan yang benar. Saya ingin jatuh di tempat yang benar dan bangkit di tempat yang benar. Saya sudah lelah berlari dan ingkar. Saya sudah lelah berkata saya belum siap dan menipu diri sendiri.


Saya sudah menemukan jawabannya sekarang. Maka saya tidak akan lari lagi dan ingkar. Saya akan mulai memperbaiki semuanya. Saya akan berdiri di sisi-Nya. Saya tidak akan menjadi bunglon lagi. Saya akan menjadi diri saya sendiri. Apapun yang terjadi. Di masa depan. 

Follower