TENTANG SI CHIMER

Monday, August 25, 2014

.

Ada kebanggaan tersendiri ketika saya keluar dengan menggunakan hijab. Bukan sebuah kecongkakan melainkan sebuah pengetahuan, bahwa saya kini dianggap Allah cukup layak mengenakan penutup kepala. Saya cukup layak menjadi salah satu representasi muslim. Walau belum cukup baik, setidaknya saya sedang berusaha.

Saya mengalami perjalanan panjang hingga sampai di titik ini. Saya memilih mencari tahu alasan mengapa seorang muslim harus berhijab, dalam perjalanan saya, saya menemukan rasa sakit dan ketidakadilan. Sebuah perjalanan yang tidak membahagiakan namun memang itu jawabannya.

Saya menemukan banyak alasan untuk lebih mencintai Allah. Saya menemukan banyak alasan untuk memilih dekat dengan-Nya. Sebab hidup terlalu singkat. Sebab manusia bisa menjadi demikian kejamnya. Sebab segala pujian bisa dengan sekejap berubah menjadi makian. Sebab dengan mengenakan hijab saya memiliki lebih banyak kesempatan bertemu dengan orang-orang yang baik. Sebab dengan berhijab orang lain akan lebih memperlakukan saya sebagai muslim.

***

                “Mbak, tahu nomor telepon saya darimana?” tanya si tukang ojek
                “Dari teman, Pak, teman saya itu langganan ojek taksinya Bapak.” Jawab saya.
                “Mbak, ini kartu nama saya, kalau mau pesan ojek lagi.“
“Saya dari luar kota, Pak, kadang datang malam. Kalau malam ada batas jamnya?“
“Enggak ada, Mbak. Oh, ya, ada juga ojek yang perempuan, yang nyetir ibu-ibu, tapi mahir banget naik motornya.“
                “Oh iya? Keren, ya, Pak.“
Si Bapak cengengesan senang dengan pujian saya.
Saya tersenyum.
Mungkin dia melihat hijab saya hingga menawarkan jasa ojek perempuan.

Follower