TENTANG SI CHIMER

Sunday, June 15, 2014

NOVEL DAN PROSES PENDEWASAAN

Hai hai apa kabar…
Beberapa hari terakhir ini saya sibuk posting di blog fiksi satunya. Saya merevisi draft novel saya tiga tahun yang lalu, berjudul Lonceng Angin. Genrenya: drama, family, dark, school life, romance. Novel yang saya tulis tiga tahun yang lalu ini saya pikir adalah masterpiece saya. Ternyata, ketika membaca ulang, banyak yang direvisi.

Saya jadi terhenyak. Mungkin suatu saat tulisan yang saya anggap masterpiece saat ini, yakni X: Kenangan yang Berpulang, akan menjadi banyak cela di masa depan. Saya berkata pada diri saya sendiri bahwa saya tidak boleh berhenti menulis. Saya harus menulis dan menulis. Saya nggak boleh stuck hanya karena merasa tulisan saya saat ini adalah tulisan terbaik saya.

Di masa depan, saya harus membuat tulisan-tulisan yang lebih baik. Seperti itu. Sepertinya benar kata mak Anin, bahwa saya tumbuh bersama tulisan-tulisan saya. Ya, benar, tulisan-tulisan saya mencerminkan kedewasaan saya saat menuliskannya.

Hal yang paling keren dari menulis fiksi adalah kadang kedewasaan itu barulah tumbuh ketika menulis. Pemikiran-pemikiran yang sebelumnya tidak terpikirkan, justru datang. Kadang novel saya bisa menjadi lebih dewasa dari saya. Kadang justru proses penulisan fiksilah yang mengajari saya menjadi lebih dewasa.

Seperti itu…

Ya, sudahlah, naskah Lonceng Angin sudah beres direvisi dan dibuatkan synopsis global. Saya akan mengirimkannya ke penerbit. Semoga mendapat kabar baik.


JANGAN LUPA IKUTAN GIVEAWAY NOVEL X: KENANGAN YANG BERPULANG. Hanya perlu klik widget di sidebar kanan :D

5 comments:

  1. Bener banget mmba.. kita harus terus menulis..

    Ayah Ishmah juga trus berkata, "Teteh pas udah besar harus banyak tulisan-tulisannya" :')

    ReplyDelete
  2. Waah novel baru lagii kamu Nesy, aku belum pun. Hik... tp hrus semangat! ^^

    ReplyDelete
  3. saya sudah klik pokoknya, hehe

    ReplyDelete
  4. Duh, aku juga merasakannya -_- sekarang terasa sangat bagus, tapi nanti pas udah sekian lama aku jadi malu ngakuin kalau itu tulisan aku .___.

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower