TENTANG SI CHIMER

Sunday, May 18, 2014

KETIKA BUKU DITERBITKAN DAN PERTIKAIAN YANG (TIDAK) PENTING

Akhir-akhir ini banyak teman dunia maya yang bukunya diterbitkan. Teman yang dulunya membaca buku saya, kini dia punya buku sendiri. Saya yang memburu buku mereka. Saya senang dengan pergerakan ini. Sebab sebenarnya menjadi penulis itu adalah pencapaian tertinggi aktualisasi diri. Saya mau orang lain merasakan apa yang saya rasakan. Baik dan buruknya. Manis dan pahitnya. Saya percaya bahwa menulis adalah perpanjangan nyawa seseorang. Menulis adalah pekerjaan menuju keabadian, merunut kata-kata Pramoedya Ananta Toer.

Namun ketika buku diterbitkan, selalu ada resiko yang menyertainya. Itu yang akan saya bicarakan di sini. Kita akan bertemu dengan orang-orang yang kurang bijak mengomentari karya kita. Dan kita, sebagai penulis, kadang juga kurang bijak menanggapi komentar mereka. Intinya, semakin dunia melihatmu, kamu harus semakin siap menghadapi apapun. Sebagai penulis, saya juga belajar untuk menjadi bijaksana dalam menghadapi dunia. Jadi penulis butuh kedewasaan juga sebenarnya.

Mungkin beberapa chimer ada yang tidak mengerti maksud ucapan saya karena belum menjadi penulis, atau belum mengalami. Tapi nanti, ketika sudah menjadi penulis yang karyanya dipublikasikan, kalian akan tahu, bahwa tekanan-tekanan akan muncul seiring dengan terbitnya buku. Sebenarnya itu penting dan tidak penting. Penting karena kita menjadi salah satu kontributor dunia literatur, kita harus berani bersuara. Tidak penting karena debat kusir sering membawa kita pada kesia-siaan.

Saya harap buat teman-teman, keep calm and keep writing. Jangan terjebak dengan pertikaian-pertikaian yang tidak penting. Ingat, motivasi awal kalian masuk ke dunia kepenulisan. Itu yang terpenting. Jaga motivasi itu baik-baik. Jangan terbawa arus dengan pertikaian-pertikaian ga penting dunia maya.

Promo buku seperlunya. Komentar seperlunya. Diam pada saatnya. Terima kritik. Balas jika memang perlu, lalu diam pada saat yang tepat. Tinggalkan. Fokus pada tujuan utama menulis. Kalian menulis bukan untuk kemudian terjerumus dalam pertikaian yang tidak penting. Dunia kepenulisan adalah dunia sepi. Bekerja dalam sunyi. Jauhkan diri dari kebisingan. Good luck!

ANNESYA

7 comments:

  1. Wah, mantap motivasinya mbak.. Gw jg sadar masih banyak kekurangan dalam menulis, menurut gw kritik itu justru penting banget. Apalagi kalo kritik datang dari orang yg berkompeten, makin bagus. :)

    ReplyDelete
  2. thanks for your tips kak! good luck selalu! :)

    ReplyDelete
  3. Aku bisa bayangin sih gimana rasanya jika karya kita dikomentari hingga berujung pada debat kusir. Ngehe! Hal positif yang bisa aku sampaikan ketika menghadapi ke-ngehe-an macam itu sih: well, thanks. Kritikmu itu, apapun tujuannya, kamu udah sempetin waktumu buat baca karyaku. :D


    Thanks advice nya Deva, berlaku buat semua aspek kehidupan nih.

    ReplyDelete
  4. rasulullah bilang, dalam perdebatan... meskipun kau yang benar... lebih utama untuk meninggalkannya

    ReplyDelete
  5. Good luck!
    Responmu udah tepat tuh, Nesy!
    Terus berkarya ya. ^^

    ReplyDelete
  6. Kayane aq mgkn msh sulit nerima kritik makanya blm punya buku solo hihih

    ReplyDelete
  7. Jleb! Tulisanmu benar juga. Aku jadi sadar, yah profesi sebagai penulis memang seharusnya lebih banyak diamnya ketimbang berkoar-koar nggak jelas. Wah kayaknya aku harus lebih bisa menahan buat nggak gampang kritik lagi nih. :D >_<

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower