TENTANG SI CHIMER

Monday, May 26, 2014

ATRAN IN THE NEW PHASE AS "ELIPSIS"

Blurb...

Eeuwige liefde is liefde die niet meer terugkomt.
Cinta yang abadi adalah yang tak kembali.

Berpisah darimu bagaikan sebuah elipsis. Jeda yang tak terisi oleh kata-kata. Ketika kamu jauh aku menemukan bahwa di antara kita ada ikatan kasat mata, kata-kata yang tak terucap, rasa yang tak terungkap. Memori yang menguat seiring besarnya jurang pemisah.

Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau akan kembali. Kau mengatakan semua itu. Namun selalu ada ruang untuk meragu. Selalu ada elipsis yang kemudian diisi oleh rasa kehilangan, selalu ada jeda bagi hati yang kosong…


… ketika kamu jauh.
***
Atran pernah saya publish di blog ini. Ini adalah naskah yang saya tulis tiga tahun yang lalu. Atran adalah naskah saya yang paling banyak mengalami penolakan dari penerbit. Sederhana, karena naskah ini unik. Unik dalam artiannya berani mengungkapkan hal-hal yang tidak biasa. Atran mengalami banyak sekali revisi, dengan atau tanpa penerbit.

Atran bahkan pernah mendapat ACC dari sebuah penerbit mayor namun (karena penerbit meminta revisi yang mengubah esensi cerita) saya menarik naskah ini dari penerbit tersebut. Kisah penarikan naskah itu saya tuliskan di sini: http://whentheheartchimes.blogspot.com/2014/03/ini-mungkin-bukan-kabar-yang-baik.html. Ketika menarik naskah ini, saya benar-benar berpikir panjang. Apakah saya begitu ingin naskah ini diterbitkan? Ya, tentu. Namun kalau begitu, saya harus rela Atran menjadi naskah yang tidak saya kenali.

Kemudian saya kembali pada tujuan saya menulis. Saya memang sangat ingin tulisan-tulisan saya dipublikasikan. Bukan masalah royalti yang utama. Kenapa saya menuliskan kisah Atran adalah bagian dari memoar saya, perjalanan hidup saya, salah satu cara Tuhan menjaga saya tetap waras meski semua orang menganggap saya gila. Saya tidak mau Atran berubah menjadi naskah yang "bukan saya". Tujuan saya menulis adalah karena dengan menulis, saya menjadi diri saya sendiri. Saya ingin menuliskan apa yang selama ini tidak tertuliskan. Saya ingin, di suatu tempat, ada seseorang yang terselamatkan karena kisah ini. Saya ingin, seseorang di luar sana, merasa tidak sendirian. Jadi, saya berani menarik naskah ini. Saya tidak mau kehilangan esensi saya dalam menulis.

Kemudian setelah penolakan itu, saya kirimkan Atran ke penerbit mayor lain, mengubah judulnya menjadi ELIPSIS. Tiga bulan masa penilaian dan kini mendapat ACC. Atran dalam fase barunya sebagai #Elipsis kini memasuki tahap revisi dari sebuah penerbit. Semoga tidak berakhir tragedi seperti sebelumnya.

9 comments:

  1. FINALLY! Anakmu menemukan orang tua asuh yeay! Congratsss annes. So, ada dua novel lagi nih yg bakal terbit? :3 eh yg satu novelet deng, ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangganya saya bisa bergabung dengan para penulis hebat

      Delete
  2. Aamiin...

    mudah-mudahan Artan aka Elipsis sudah menemukan jodohnya yang tepat...^_^
    sukses mbak Nes...

    setiap kali baca tulisan mbak Nes, rasanya pengen nulis... hehehe

    ReplyDelete
  3. salut Mbak. mewujudkan itu susah loh, biasanya kan penulis lebih pada "yang penting dicetak". nah Mbak annesya punya sesuatu yang jarang penulis lain punya. idealisme.

    ReplyDelete
  4. Jujur sampai sekarang, kalau aku mah, selama di-ACC, dapat revisi juga nggak apa-apa. Tapi apa daya, jawaban yang selama ini ada itu hanya duaa: diterima atau ditolak. Dan lebih serignya ditolak sih. -_-

    Kalau aku jadi kamu sih, maaf lho yah, nggak apa-apa deh dapat revisi, walau harus mengubah esensi ceritanya. Coz... aku udah nunggu lama banget buat bisa nerbitin novel. Hahaha... Seriusan nih. :D

    ReplyDelete
  5. Iya juga ya, tulisan kalo atas nama kita tapi gak ada unsur2 penulisnya serasa aneh gimana gitu lah

    Semoga kabar yg dateng baik yaaa

    ReplyDelete
  6. Emang sih ya, kalo tulisan kita gak ada unsur2 penulisnya itu rasa kayak aneh gimana gitu

    Semoga yg dateng kabar baik yaa ^^

    ReplyDelete
  7. hai,
    wah semoga ini yg terbaik ya :)
    sayang sekali saya nggak bisa ikut giveaway yg kemarin, saat saya pergi ke toko buku terdekat untuk ikut giveaway itu, malah toko bukunya sudah tidak beroperasi :(

    ReplyDelete
  8. Elipsis ki opo??

    Ah atran,,, smoga kau berjodoh

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower