TENTANG SI CHIMER

Thursday, March 13, 2014

SEPULUH TAHUN YANG LALU, JUGA HUJAN

Akhir-akhir ini setiap jam pulang kantor, hujan turun dengan derasnya. Sambil berjalan sendirian di trotoar, saya menggenggam payung, dan memori saya berputar ke kejadian 2004 silam, sepuluh tahun yang lalu. Kejadian yang butuh waktu delapan tahun lamanya untuk menyembuhkan trauma yang saya alami akibat kejadian itu. Saya benci berada di luar dan sendirian ketika hujan deras turun. Saya sangat membencinya.

Saat itu, sepuluh tahun yang lalu, hujan turun sangat deras dan saya sendirian. Saat itu saya berteriak sangat kencang meminta pertolongan tapi tidak ada yang datang. Saya berusaha memanggil mobil yang lewat, namun mereka berlalu. Suara saya mungkin teredam petir dan derasnya hujan yang menampar jalanan. Saya tidak tahu. Entah karena mereka tidak mendengar atau tidak peduli. Saya tidak tahu. Saya tidak mau tahu. Segalanya sudah tidak penting lagi.

Sepuluh tahun yang lalu, saya menangisi kejadian itu. Saat itu saya tahu bahwa manusia bisa menjadi demikian tidak berhati nurani. Saat itu saya tahu bahwa dunia di luar sana begitu kejam. Saat itu usia saya empat belas tahun. Walau saya tidak mengalami kehilangan yang berarti, sesuatu dalam diri saya berubah. Ketakutan yang menghantui saya bertahun-tahun lamanya. Mungkin hingga saat ini saya belum mampu mengatasinya. Mungkin saat ini saya hanya sekedar berpura-pura berani. Mungkin. Entahlah.


Ini adalah kisah yang tidak bisa saya bagikan kepada banyak orang. Namun ini adalah kisah yang perlu saya sampaikan pada banyak orang. Selalu ada alasan kenapa Tuhan menyelamatkan saya dari kejadian itu. Selalu ada alasan kenapa Tuhan masih mempertahankan saya di dunia ini. Saya akan mencari alasan itu. Saya hidup demi mencari alasan itu.

ANNESYA

Follower