TENTANG SI CHIMER

Saturday, February 22, 2014

SAYA TAHU SAYA NORAK

I know this is stupid and I am a fool. But, yesterday, I’ve just launched my new novel in Surabaya, Novel terbitan  Grasindo, “X: Kenangan yang Berpulang”. Ini pertama kalinya saya launching buku. Awalnya saya mau membentuk image saya sebagai perempuan dewasa yang smart. But what happened yesterday was a flop! I’m a loser for being a lady. I am just being myself, a weirdo.

Kemarin launching di Matchbox Too Coffe and Friends sama tiga penulis lain: Monica Anggen, Prisca Primasari, dan Stevan Purba. Perasaan saya sungguh luar biasa. Ini pertama kalinya saya menghadiri acara launching. Dua novel sebelumnya tidak pernah ada launching. Saya bersyukur untuk bertemu mereka dan menjadi pembicara di acara tersebut.

photo taken by @child_smurf

me, in yellow, with other authors
taken by @lafatah

Saya berharap pada acara meet and greet kemarin, saya tidak tampak sok keren atau sejenisnya. Karena yang hadir di sana banyak penulis yang jauh lebih keren dari saya. Semoga sih sifat ramah dan rame yang saya presentasikan tidak menyinggung mereka. Semoga ketika saya berusaha sharing, tidak dianggap riak. Itu saja harapan saya. Eh, juga semoga novel saya laku deng. Amin. #penting

Dan tentu saja, kejutan tidak berhenti di sana. Saya mendapat mention di twitter dari @IwidMind. Novel #MayaMaia mendapat rekomendasi dari Ika Natassa dalam Litbox. Sebenarnya yang membuat saya bahagia bukan rekomendasinya, melainkan fakta bahwa tulisan saya dibaca oleh penulis favorit saya. Itu. Sangat. Membahagiakan. Bahkan walau isinya kritikan pedas, saya akan tetap bahagia.

letter recommendation from Ika Natassa,
captured by @IwidMind


She wrote in her recommendation letter:
My pick of Indonesian fiction for this month editions is Maya Maia a novel by Devania Annesya, a young writer. It’s a very light book about two women, Maia and Maya, who lives in the opposite (ga jelas), there’s no similarity between them. But then some cosmic coincidence (ga jelas) lives intertwined and nothing will be the same since Annesya’s style in writing Maya Maia reminded me of Zara Zetira ZR with her Mimi Elektrik and Hilman with Olga & Sepatu Roda, light, entertaining, and effortlessly funny.


I am so grateful. I really am. #pelukHarrisAntologiRasa

Lots of love,
Annesya


8 comments:

  1. akkkh... senang sekali bisa ketemu empat penulis kece :)
    mau juga nulis acara meet and greet, eh bukunya minta dibaca duluan deh :)))

    ReplyDelete
  2. kyaaa... selamat mbak Nes buat launching novelnya ^_^
    novel MayaMaia emang keren beeeudd... so pasti banyak yg suka... xoxo

    ReplyDelete
  3. Aq pikir, kadang norak itu perlu :))))

    Selamat ya mbak....

    ReplyDelete
  4. keren lg, gapapa donk jd norak heheheheh
    btw, maya maia emang lucu, jd gak sabar tuggu si athran :)

    ReplyDelete
  5. wah devaaaa.. semoga lancar dan melahirkan anak lagi.. yang banyaaak.. :*

    ReplyDelete
  6. mbak nesya makin keren ajaa~
    *ngefans aah~

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower