TENTANG SI CHIMER

Saturday, December 28, 2013

TUTORIAL MENULIS UNTUK PENULIS PEMULA: PROSENTASE DIALOG DAN NARASI, MENGATASI PARAGRAF YANG TERLALU PENUH

Bagi saya prosentasi banyaknya dialog dan narasi dalam novel sebenarnya tidak baku. Saya biasanya pakai formula porsi 50 :50. Saya menghindari dialog terlalu banyak karena akan merusak seting suasana. Saya juga menghindari narasi yang terlalu banyak karena akan terasa boring.

Banyak penulis pemula yang mempertanyakan prosentase ini. Termasuk saya. Namun kemudian saya memutuskan bahwa formula 50%narasi: 50%dialog adalah yang sesuai bagi saya dan cerita yang saya tulis.

Menurut saya formula ini pun tidak baku untuk genre novel lainnya. Misalnya novelmu science-fiction atau menggunakan latar tempat luar negeri yang mengutamakan deskripsi seting tempat, maka prosentasi narasi akan lebih banyak dari dialog. Sebab penulis harus membuat pembaca mengetahui seting tempat adegan. Atau memang penulis lebih ingin bermain kata-kata ketimbang mengutamakan adegan. Itu pilihan masing-masing. Bagi saya yang lebih mengutamakan adegan, saya menggunakan formula 50:50.  

Nah, makin galau? Gimana menentukan formula yang tepat untuk ceritamu ?

Caranya yang paling mudah adalah baca saja ceritamu dengan suara keras. Ketika kamu merasa bosan, itu berarti sudah saatnya memunculkan dialog, kalau merasa ceritamu “kabur adegannya” saatnya memunculkan narasi/deskripsi. Kalau masih bingung, suruh temanmu untuk membaca ceritamu dan memberi masukan. Cari teman yang biasa membaca novel sehingga ia bisa menghina  tulisanmu kalau memang ada yang salah :P.

Kesalahan lain yang biasa dilakukan penulis pemula adalah paragraph yang terlalu padat. Cara menghindari paragraph yang padat dan menganggu ini adalah dengan membaca keras. Kalau kehabisan nafas, sudah saatnya pindah paragraf. Kalau yang diceritakan sudah berbeda, sebaiknya pindah paragraf. Aturannya, paragraf minimal terdiri dari tiga kalimat.

Contoh pertama (baca dengan suara keras):
Tina menyuruh Hana berhenti melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan kelas yang hanya tinggal berisi beberapa anak saja yang tersisa sebab yang lainnya sudah pulang ketika jam pulang berbunyi lima belas yang lalu. Tina yang mendengarkan bentakan Tina merasa terkejut dan juga tersinggung kenapa sahabatnya itu tega membentaknya di depan beberapa anak di kelasnya. Apalagi salah satu anak di kelas tersebut adalah cowok ganteng nan baik hati yang selama satu tahun terakhir ini menjadi gebetannya.   

Gimana dengan paragraf di atas? Berasa kehabisan nafas pas baca? Sedikit berkunang-kunang? Coba baca paragraf di bawah dengan suara keras.

Contoh kedua (baca dengan suara keras):
“Hana!” bentak Tina keras. 
Hana tersentak. Ia berhenti melangkahkan kaki meninggalkan kelas yang kini hanya berisi beberapa anak saja. Bel pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu. 
“Hana, jangan lari!" bentak Tina lagi, lebih keras.
Hana menggigit bibirnya. Seharusnya Tina tidak perlu membentaknya sekeras itu. Bukannya kenapa, tapi di kelas tersebut ada Joni – cowok ganteng nan baik hati yang selama satu tahun ini menjadi gebetannya. Tina sialan, batin Hana.


Bagaimana? Kalian tentukan sendiri mana yang lebih nyaman dibaca: contoh pertama atau kedua? Selamat mencoba teman temin.

10 comments:

  1. wah saya harus belajar banyak nich sama mbak anisya soal tulis-menulis soalnya belum bisa nih nulis yang bagus hehe :D

    ReplyDelete
  2. narasi sama dialog itu idealnya saling mendukung untuk menciptakan suasana kan ya, mbak? kalo ngga salah begitu kan ya?
    hehehe..

    saya kurang paham kalo nulis novel mbak :))

    ReplyDelete
  3. Masalahnya, gak mulai-mulai ini nulisnya haha... susah mengawali Hzzzzzzzzz

    ReplyDelete
  4. Yah tergantung sih. Tergantung genre. Kalau menurutku, kalau romance, alur lebih penting; terutama dialog. Soalnya kekuatan romance yah di dialog dan alur. Dan kalau sci-fi, horor,thriller, adventure.... yah bener, kekuatannya di deskripsi.

    ReplyDelete
  5. Pa khabar de....
    ternyata kau tampak cantik sekarang, tambah dewasa emmmhh...makasih ya dah mampir ke blog ku hi hi hi

    SELAMAT TAHUN BARU DE 2014, banyak doa buatmu
    salam

    ReplyDelete
  6. INI BAGUS BANGETT!

    CEPSLOK JEBOL..

    tapi beneran, sering2 yah bikin tutorial kayak gini mbak nesya.. yah please yah.. :D

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower