TENTANG SI CHIMER

Saturday, November 16, 2013

KISAH GELAP (part 2)

Kau. Aku melihat semua yang kau lakukan. Kau tahu itu. Tapi memang kau selalu mengabaikanku. Meski setiap malam aku hanya memelukmu dalam lelap, berharap kau kembali menjadi yang dulu. Harapan adalah satu-satunya yang bisa kulakukan.
Hari-harimu menjadi lebih mudah sekarang. Ketika seseorang berenang mengikuti arus, seseorang tidak perlu berusaha terlalu keras, arus akan membawamu begitu saja. Kau menjadi seperti itu kini. Kau menjadi seperti kebanyakan.
Dulu kau bagaikan ikan yang berenang menantang arus. Kau menjadi berbeda dan luar biasa. Orang-orang dulu iri dengan keberanianmu, diam-diam memujamu. Sayangnya kau tidak sadar itu. Orang-orang dulu iri dengan caramu menentang yang salah, sebab mereka tidak memiliki keberanian yang serupa. Dulu.
Hari-hari di kantor tak lagi semenyulitkan dulu. Bekerjasama dengan seniormu memudahkan hari-harimu. Kau menjadi jarang bercerita padaku. Kau sudah semakin mengabaikanmu. Kau semakin tidak membutuhkanku.
Kau sudah mendapat kepercayaan penuh dari orang-orang di sekelilingmu. Kau terkenal jujur dan tidak mau melakukan hal di luar aturan. Bukan hal yang sulit bagimu memalsukan laporan keuangan sesuai keinginan beberapa orang. Kau semakin cantik sekarang. Rambutmu terawat dan tebal. Gigimu putih efek bleaching. Wajahmu yang dulu cantik kian bercahaya. Ah! Kau menjadi luar biasa sekarang.
Kau bahkan mampu mengirim uang lebih ke kampung halaman. Rumahmu di kampung kini sudah bertembok dan tak lagi berubin. Orang tuamu telah mampu membeli keramik mahal yang membuat rumahmu kini masuk jajaran rumah mewah di kampung halaman. Kudengar kau menelepon orang tuamu masalah keberangkatan haji dengan paket ONH plus. Wah, kau luar biasa! Kau mampu meraih apapun yang kau inginkan.
Sayangnya aku sudah mulai muak menjadi bayanganmu. Aku adalah bayangan gelap yang terbentuk ketika cahaya menimpamu. Aku adalah bayangan yang mengikutimu sejak kau lahir. Aku diciptakan untuk selalu bersamamu dan diberi kesempatan untuk selalu mencintaimu. Dulu. Kini rasa muakku sudah keterlaluan. Aku muak melihatmu menasihati orang lain tentang kejujuran dalam etos kerja. Tentang hidup dan kesuksesan yang kau raih adalah berasal dari kerja kerasmu.
Tidak. Kau tidak bekerja sekeras itu. Kau tidak bekerja sekeras dulu. Kau memilih menyerah dan membiarkan arus kehidupan menyeretmu pada kemunafikan. Satu-satu orang yang mengagumimu mulai menemukan kebusukanmu. Para bayangan hitam lainnya yang sering mengelu-elukanmu, berbalik mengejekku. Mereka semuanya kecewa. Bagaimana mungkin seorang dewi bisa berubah menjadi iblis? Mereka pikir Lucifer hanyalah dongeng belaka.
Baiklah, mungkin sudah saatnya aku berhenti menjadi bayangannya. Aku sudah mengajukan surat resign pada Tuhan. Alasan pengunduran diri adalah karena si Manusia melakukan hal-hal menjijijikkan dan memaksaku pula – yang juga merupakan dirinya – melakukannya sebagai bayangan hitamnya. Ah! Berikut Tuhan membalas surat resign-ku:

Dear Bayangan Hitam  Rianti,

Kontrak kerjamu masih belum berakhir. Selama sisa kontrak saya harap kamu bekerja sebaik mungkin sebagai bayangan hitam Rianti (kecuali kalau kamu mau membayar penalty sebagai ganti rugi pembatalan kontrak).
Namun mengingat keluhanmu, Rianti akan saya beri bencana (pilih salah satu opsi ini: a. menderita wasir menahun, b. bisul parah di bagian pantat) atas tindakannya sebagai SP1. Semoga itu bisa memperbaiki kenyamanan kerjamu, wahai Bayangan Hitam Rianti.

Salam dan semoga sukes.

Ah! Menyebalkan! Hidup itu menyebalkan! Baiklah, sebaiknya aku mencabut surat resign-ku saja dan bertahan sampai kontrak kerjaku berakhir. Kenapa pula aku harus berbisul dan berwasir? Ih!

***
(TAMAT)

9 comments:

  1. bingung mau ketawa atau turut prihatin sama si bayangan hitam... kasian sudah menderita mau menderita wasir atw bisul pula... ih... :P

    ReplyDelete
  2. busseetttt... opsinya gak yang lain??
    parah bangat klo musti wasir smpe tahunan ama bisulan...

    mbak Nes, follback blog ana donk... hehehe #ngarep ^^

    ReplyDelete
  3. bisul memang berkontrak deh ihhh

    ReplyDelete
  4. bayangan bisa merasakan bisulnya Rianti???
    waaaa

    ReplyDelete
  5. sekarang sih udah jaman nya sms jadi jarang sekali yang suka surat menyurat

    ReplyDelete
  6. kereenn.... awal.e agak susah nangkep, tpi lama" nangkep waktu part 1... :D

    ReplyDelete
  7. aku ga mau teken kontrak bisul dan wasir :D

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower