TENTANG SI CHIMER

Saturday, October 12, 2013

REVIEW Film: INSIDIOUS CHAPTER 2 (2013)

Film ini adalah lanjutan dari film INSIDIOUS yang pertama. Pada film Insidious yang pertama, diceritakan  seorang anak bernama Dalton memiliki tubuh astral yang merupakan bakat menurun dari ayahnya, John. Ketika tubuhnya tertidur, jiwanya bisa berjalan-jalan ke alam kematian. Tubuh astral Dalton ini kemudian menjadi rebutan para roh-roh yang ingin kembali menyeberang ke dunia manusia. John--ayah Dalton-- terpaksa menggunakan kembali kemampuannya untuk menjemput jiwa Dalton yang tersesat di alam kematian. 

Pada kelanjutan film, adegan film dimulai dengan flashback ke masa kanak-kanak John ketika kemampuan astral-nya sedang disembuhkan oleh Elise. Kemudian kembali ke masa sekarang, tubuh John tengah dikuasai oleh roh nenek berpakaian pengantin dengan tudung berwarna hitam. Mulanya John bersikap baik. Meski hantu-hantu mulai bermunculan, dia selalu berusaha melindungi keluarganya. Namun John semakin bersikap aneh dan ia juga mulai membunuh. 



Pada film Insidious pertama, saya suka film ini. Film ini begitu lucu dan menyenangkan, in a positive way. Ya, bagi saya film horror Barat adalah film komedi. Selera humor saya memang aneh, sudah banyak yang bilang begitu. Bayangkan aja, di film yang pertama, ada banyak hantu muncul dan bentuknya aneh-aneh? Ada yang nari-nari ga jelas, ada yang mirip Katy Pery, terus ada yang kerjanya mani-pedi kukunya. Krrriiiikkk...

Pada film sekuelnya, ceritanya masih nyambung dengan cerita film yang pertama. Tentang si John (Ayah Dalton) yang disusupi si nenek bergaun pengantin hitam. Tentang masa lalu John dan roh yang selalu menghantuinya sedari kecil.


Bagi saya, film ini tidak seram dan tidak mengagetkan. Tapi saya kasih jempol buat cerita dan plot yang disajikan. Mungkin ini berkat orang-orang jepang yang berada di belakang layar? Sehingga ceritanya bagus. Oh ya, detail setting tempat rumah John juga bagus. Ala vintage tapi ga berlebihan. Pakaiannya juga bagus, ga lebai seksi kaya film horor biasanya, pakaiannya seperti keseharian pada normalnya, tapi tetap menarik. Yang agak aneh cuma ruang bawah tanahnya si Elise. Menurut saya, boneka-boneka di sudut ruangannya... mirip sex doll. Krikkkk. Ya udah lah yah, komentar saya sering ga penting, jadi mari yuk ditunton aja. Bagus kok. Ga rugi.


Salam,

7 comments:

  1. Banyak yang bilang, yang pertama lebih seram dari yang kedua. Yang kedua cuma jelasin apa yang kurang di yang pertama

    ReplyDelete
  2. saya nonton minggu lalu di semarang. saya cuma agak bingung mana yang duluan, settingnya kan beberapa tuh mbak, ada yang di dunia nyata, ada yang di alam roh.
    tapi boleh lah cara ngagetinnya, terutama saat ibu hantu nonjok tuh, haha

    ReplyDelete
  3. padahal indicious 1 buat saya terlalu menyeramkan lho.. :)) mm berani nggak ya, nonton yang part 2?

    ReplyDelete
  4. Weleh, mbak nesya sibuk kerja, nggak sempet ngeblog, tapi sempet nontotn ya? Well yeah..

    Anw, selamat idul adha mbak nesy... taqabbalallahu minna waminkum.

    ReplyDelete
  5. Sedikit mengerikan ya, pertimbangkan untuk ditonton. :D

    ReplyDelete
  6. koq malah ketawa ya baca reviewnya....aq mau nontonn...tp suami ga mau....hukssss........gimana dongggg????

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower