TENTANG SI CHIMER

Tuesday, September 3, 2013

FIRST REVIEW EVER OF "MAYA MAIA: Percayah kamu dengan kebetulan?"

Helo, Chimers! Dan sekarang sudah ada pengumuman official dari Mizan kalau MAYA MAIA are now available on the bookstore! Yang penasaran sama ceritanya, berikut ada review pertama dari Maya Maia, yang bikin sahabat saya, Renny. Thank you!


Saya seseorang yang jarang sekali membeli novel karya dalam negeri apalagi yang teenlit. Saya akui saya agak skeptis ma teenlit - maafkan saya yg sepertinini. Makanya saya sering membeli buku hasil transliterasi dari luar negeri seperti Julia Quinn dan Nora Roberts - dua novelis kesukaanku.

Namun, sahabat saya penulis yg baru mengeluarkan bukunya, teenlit, berjudul Ubur Ubur Kabur. Sebagai apresiasi kepada sahabat saya ditambah saya ga pernah suka menerima buku gratis, maka saya membeli novel dia yang pertama itu. Alhasil, saya ketawa ngakak dan untuk pertama kalinya terhibur dengan cerita pendeknya. Sejak saat itu, saya diam diam mulai menggemari gaya penulisannya yg lugas dan sarat humor.

Hal yang paling saya sukai dr sebuah novel adalah saya memang orang yg ga suka ada orang lebai jahat dan lebai baik seperti di sinetron2 lebai di tv swasta Indonesia. Dan saya bersyukur, dapat menemukan hal itu dalam tulisan baik Ubur Ubur Kabur yg diterbitkan oleh penerbit Andi dan Maya Maia yg baru saja diterbitkan penerbit Plot Point. 

Sisi yg saya sukai dari penulis ialah, ia dapat mengkolaborasikan ide cerita dengan sangat baik -penulis dapat menyampaikan selera humornya yg bagus proper dan acceptable. Saya bahkan tidak menyangka dia akan menulis sebaik itu dalam novel Ubur Ubur Kaburnya yang ia akui ditulis pada saat ia masih SMA. 

Bagi anda yang belum membaca, saya sarankan membaca Ubur Ubur Kabur, itupun terserah Anda sih, atau Anda dapat langsug membaca novelnya Maya Maia. Ubur Ubur Kabur itu lucu banget, di akhir cerita anda pasti berharap agar ia menulis ubur ubur kabur 2, karena penulis berhasil membuat kita berharap ada cerita tambahan atau versi lanjutannya. 

Berlanjut ke karyanya yang kedua, Maya Maia, yang baru saja dirilis dua hari yang lalu. Saya langsung mendatangi toko buku Togamas di Surabaya. Karena saya penasaran dengan ide ceritanya, bagaimana sih cerita dalam novel keduanya ini. Saya pun mulai membacanya. 

Saya tipikal orang yang gampang bosan dan seringkali meletakkan buku segera setelah lembar pertama saya baca. Tetapi saya akui, saya terkejut beberapa saat kemudian saya sudah mencapai ⅓ buku. Amazing, menurut saya. Dan novel itu habis saya baca dalam semalam. 

Seperti yang saya duga, penulisnya mampu menyeimbangkan bobot cerita, karakter, dan klimaks dengan baik. Dan hal kedua yang saya sukai adalah beberapa kutipan, yg cocok untuk dijadikan beberapa lirik lagu - jika saya terlahir memiliki bakat penulis, hehehe. 

Anda mungkin akan mengalami pengalaman membaca seperti saya. Awalnya saya memang ga suka ma spoiled kid, Maya, tp di akhir cerita entah sejak kapan Maya menjadi karakter yg saya sukai. Gaya bicaranya. Yg ceplas ceplos, dan saya senang dengan reaksinya menghadapi masalah atau menyadari ada pertukaran identitas yg tidak disengaja antaranya dengan Maia. 

Tokoh kedua yg saya sukai adalah Jojo, sepertinya Maya berhutang pada Jojo. Tanpa Jojo, Maya akan jadi sangat membosankan. Dan saya berterimakasih, ada Maia dan Nathan. Mereka berkolaborasi memberi ide tentang pasangan yg manis dan agak klise. Novel ini memiliki ending yang tidak mengecewakan. Keluarga mereka juga menjadi dasar mengapa ending yang seperti itu layak diterima. Overall, saya suka dengan keunikan penulis. Ia bisa menyuguhkan cerita yg ga lebai, ga cemen, dengan karakter yg dewasa khas dan sedikit aneh. dan tidak ada karakter yg tidak berguna disini, semua punya relasi yg tidak saya duga. Pokoknya, ga ada spoiled karakter, semuanya menjalankan perannya dengan baik. selama membaca novel ini, saya dapat membayangkan adegan serie drama korea romantik komedi berputar2 di kepala saya. menyenangkan sekali.

salah satu kutipan favoritku halaman 211,
Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi
kaulah yang terburuk - (saya sgt familiar dengan kalimat ini)

karena kamu datang serupa angin
mengisi yg hampa,
untuk kemudian pergi begitu saja,
seakan tidak terjadi apa2
(ini bagian paling hurt antara jojo dan maya) < seneng banget
seharusnya kubangun jeruji rapat pemecah nada,
beserta tembok tinggi penghalau kata,
agar kupastikan harapan kosong itu tak datang membujuk, 
membiarkan si bodoh membuka sebagian ruang di bagian dasa.
seharusnya si bodoh belajar berhenti berhadap,
selain dari apa yg ia dapatkan.
sebab si bodoh, tak pandai berhayal terlalu tinggi 

menurutku, keren. Saya berharap akan ada lebih banyak novel yg ia tulis ke depannya. Saya akan selalu menunggu novel2 berikutnya.


Penulis JurnalPhobia

Renny
Renniefb@gmail.com

10 comments:

  1. aciyeeee
    cuit2 :)

    kenape gak diedit tuh singkatannya? hiih

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar keliatan kalo itu tuh review asli bikinannya orang lain. bukan aku sendiri yg bikin trs ngaku2 diriview-in orang lain. hash... #jiwaNgelesSedunia

      Delete
  2. Wah sepertinya novelmu jadi masuk list aku nih... Hehehe

    ReplyDelete
  3. saya masih relevan baca novel tema ini nggak ya Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. genrenya sih young-adult romance. tapi namanya fiksi kan selalu bisa dinikmati segala usia. :D

      mas, aku kok ya ga bisa komen di blogmu toh. cuma bisa baca2 doang. form komentarnya ga ada.

      Delete
  4. mbak nesyaaaa.... lama tak jumpaaaaa..... wih wih wih, bukunya udah nongol dimana-mana aja. tapi, saya aja nih udah agak lama nggak nongol2 ke toko buku. sejak sebelum Ramadhan sampe sekarang! waaaahhh, dipikir2 lg, lama juga yaa. #eh-loh-kok-malah-curcol :-D

    Mbak nesya potong rambut ea? pas lebaran bukannya masih panjang ya? pas kemaren di togamas udah pendek aja kayaknya. iya kan, iya kan? bukan mata saya yg salah liat kan? :-)

    anw, selamat ya mbak nesy buat kelahiran anak keduanya.. (eh, bener ya kan anak kedua?)

    terus berkarya ya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. eeaa potong rambut buang SIAL! Lol...

      Delete
  5. jadi pengen ikutan review juga, kira-kira di Makassar udah ada bukunya nggak ya, belum pernah negcek si mbak Nes, abis skrg aku lg diposesifin sama skripsi... hehehehe ^_^
    tanggal 7 nnti terakhir pengumpulan berkas, mana skripsiku belum di-acc sm pembimbing 2... ah, udah berasa kyk artis sinetron yang lg syuting stripping *curcol lagi*

    ReplyDelete
  6. YYEEEEIIIII....aku juga udah baca..#pose jingkrak2.. nesya aku mau jga dong diubah jadi manusia bling2 hehe#nyengir ngarep

    pkoknya dirimu sukses mengakak-ngakakkan diriku,,hehehe#ga nyesel sejenak jadi orang gila
    ditunggu novel selanjutnya yaaa....# sedih blum bisa nemu ubur2 kabur:-(

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower