TENTANG SI CHIMER

Monday, July 29, 2013

MOON KISSED

sun-kissed supernova by *Grecian-Angel on deviantART
from weheartit


Kerlipmu adalah apa yang selalu ku nanti, kala petang menjelang, gelap menyerang. Sebab kau cahaya yang mengarang harapan dalam setetes embun malam. Mereka bilang kau halusinasi yang menjerumuskan manusia bodoh sepertiku dalam angan-angan. Dalam mimpi indah yang seluruh umat manusia rela tertidur karenanya. Menyerahkan segalanya. Memejamkan mata selamanya.

Jadi aku berdiri di sini, menengadah mencari keberadaanmu, dengan tangan menangkup di depan dada. Adakah kau melihatku di antara padang ilalang yang tingginya mencapai pundakku? Mungkinkah kau sudi menjejakkan kaki di tanah yang sama denganku? Melepaskan sayapmu dan memilihku, yang manusia bodoh ini?

Mereka bilang kau memberikan mimpi itu pada banyak manusia sekaligus. Harapan bahwa kau akan rela berjalan dengan kakimu dan membiarkan bulu-bulu sayapmu rontok dengan sendirinya. Menjadikanmu manusia biasa, bodoh, dan naïf, seperti kebanyakan. Kamu adalah kamu dengan segala kebodohanku dalam mencintaimu. Aku adalah aku dengan segala kenaifanku memimpikanmu.

“Apa kau mencintaiku?” kau bertanya padaku. Bulu-bulu di sayapmu menyentuh wajahku.

Aku terus memejamkan mata, terlalu takut kau pergi, jika aku meminta lebih. Kau menyentuh kelopak mataku yang tertutup dan mengulangi lagi pertanyaanmu. Aku dengar suara gemerisik tanah di hadapanku, apakah kau menjejakkan kakimu ke tanah? Apa kah kini kita berdiri di tanah yang sama?

“Jawab aku. Apa kau mencintaiku?“ suaramu tampak memaksa.

Aku yakin sudah begitu banyak kata cinta yang kau dengar. Puluhan mungkin ratusan. Orang yang berbondong-bondong mencintaimu lalu pulang dengan hati terluka. Berdarah dan hampir mati. Aku mungkin akan pulang dalam kondisi serupa, jadi aku membuka mulutku dan berkata, “Ya. Aku mencintaimu, walau tahu itu tidak mengubah apapun. Aku mencintaimu.”

“Apa kau ingin aku melepas sayapku?“

Aku ingin kita terus bersama. Tapi di lain sisi aku mencintaimu yang seperti itu. Aku mencintai sayapmu. Aku mencintai caramu menebar harapan lalu pergi.

“Tidak.“ jawabku sambil tersenyum. “Kau harus menjaga sayapmu baik-baik. Itu adalah hidupmu.“

Aku masih memejam erat, ketika aku merasakan sesuatu menekan bibirku. Lembut, hangat, dan basah. Ketika aku membuka mata, benderang sinar matahari menyerang. Kau sirna bersama terang.

4 comments:

  1. Aihhhh.. so sweetnya.. ternyata nyamuk to hahhaa.. Pa kabar mba Nesya ^_^

    ReplyDelete
  2. qiqiqiqiqi
    km ngimpi dicium prince charming ya ness? wayoooo???
    wake up wake up :P

    ReplyDelete
  3. widiiiih.. kuweren penulisannya.. four thumbs mbak.. heheheh

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower