TENTANG SI CHIMER

Friday, July 26, 2013

FLY... FLY...

Akhir-akhir ini saya sering bolak balik Jakarta, urusan ga penting juga. Saya biasanya ke Jakarta naik bus atau kereta. Alasannya simple, ngejar murah, biarpun badan remek-remek perjalanan 24 jam lebih. Itu pun biasanya sengaja ambil kereta api ekonomi AC. Yang kalau tidur punggungnya lurus banget kaya lagi dipasang pen.

Naik pesawat cuma beberapa kali. Itu pun biasanya tiketnya dibayari perusahaan, jadi ayuk lah dicucus saja. Kemarin saya ke Jakarta, again. Tiket PP Surabaya-Jakarta dan Jakarta-Surabaya dibayarin. Cucus aja kan, mana dikasih uang saku juga. Lumayan buat nambal uang taksi yang meledak. Gila aja naiknya 100persen. Biasanya cuma 50rb jadi 100rb. Saya yang hemat pangkal kaya ini, walaupun sering hemat ga kaya-kaya juga, jadi shock. Terus akhirnya balik bandara naik busway aja ke Blok M terus cus Damri Bandara Soetta.

Intinya bukan soal itu juga sih. Jadi saya di sini mau cerita. Beberapa teman saya ada yang belum berkesempatan naik pesawat. Mereka tanya rasanya naik pesawat gimana? Saya jawab rasanya kaya naik bus biasa, cuma bedanya di atas langit.

Temen: Kok gitu?

Saya: Lha tergantung pilotnya, kalau milotinnya bagus ya enak aja. Kalau ugal, ya kaya naik bus gitu, mual-mual ga jelas. Turbulensinya kenceng, Kalau mau mindahin ketinggian berasa kaya naik halilintar di Ancol.

Temen: rasanya nabrak awan gimana? Lembut?
Saya: Apaan? Rasanya nabrak awan itu serem. Kaya pesawat kita lagi dilemparin kerikil. Klotak klotak klotak… nabrak esnya awan. Ya kayak kalo naik bus di jalanan, kena kerikilnya.

Temen: #imajinasinyaNaikPesawatMusnahSeketika

Saya: Tapi baru kemarin aku ngerasain naik pesawat malam hari, gara-gara pesawatnya delay. Sumpah bagus banget pemandangan citylight Surabaya dari atas sana. Kaya kunang-kunang yang banyak banget dan besar-besar. Terang, mengalahi bintang (yang sekarang cahayanya burek kena polusi). Bagus bangeeettt!!!!

pict from weheartit
 Jadi kemarin saya rekor: Surabaya-Jakarta, Jakarta-Surabaya dalam waktu satu hari. Berasa kaya kosan-kampus, kampus-kosan, kata temen saya yang ngakak begitu saya ceritain soal kemarin.

Sekian cerita dari saya, bai!

7 comments:

  1. klo9 syalum pernah naik kreta karna gak ada dari sini ke jkarta hehhe

    ReplyDelete
  2. nguahahahahahha mak beberapa kali terbang malam hari emang keren banget
    seremnya kalo pas ujannnnn

    ReplyDelete
  3. Hihihi, ini bukan cerita sedih kan mbak nesy??? asli, lucu bangt deh tulisan diatas. hihihihi... mbak nesya unyu nan sexy sekali, habis teken kontrak yah... ihhiyyyy... Traktir traktir :-D

    ReplyDelete
  4. hahaha...
    saya belum pernah naik pesawat loh ^_^

    ReplyDelete
  5. wah... remuk pasti tuh badan... ~_~

    ReplyDelete
  6. seketika imajinasi saya juga sirna sudah mba. hahahah. jadi malah bayangin naik metromini di jakarta.

    ReplyDelete
  7. mbaknya..
    mbaknya cantik deh kalo lagi naek kreta. #lhoo

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower