TENTANG SI CHIMER

Wednesday, July 31, 2013

SELEKSI ALAM

Bicara tentang dunia kerja yang begitu kejam. Saya hanya ingin memberitahu bahwa selagi kuliah, bersenang-senanglah. Dunia kerja itu kejam. Kecuali kalau orang tua anda punya koneksi luas, dijamin tidak akan sulit memasuki instansi-instansi pemerintahan, BUMN, dan instansi-instansi besar lainnya. Saya bukan tipe yang suka menghakimi. Kalau seseorang punya hidup lebih mudah dari saya, ya sudahlah, saya gak peduli. It doesn't change me neither you. Kalau tidak begitu, wirausaha itu baik. Jangan menyerah walau awalnya sulit. Di luar sana banyak yang ingin wirausaha tapi gak ada modal. 


Kerja ikut orang itu ga mudah. Namanya juga ikut orang. Mau ga mau orang yang kita ikuti selalu benar. Ketika tanda tangan di atas kontrak, itu berarti harga tenagamu, otakmu, dan juga harga dirimu, seharga nominal yang tertera dalam surat kontrak. Jangan kaget kalau kemudian dibentak-bentak sama atasan, diperlakukan tidak manusia. Bertahanlah, anggap itu seleksi alam, hanya jerapah yang berleher tinggi yang bertahan hidup. Kalau dalam prosesnya Anda diniliai tidak sesuai dengan sistem, ya, akan dikeluarkan begitu saja sama perusahaan. Atau dibuat sebisa mungkin tidak betah sampai kita kemudian mengajukan surat resign. Saya cuma bicara ya, no offense at all.

Saran saya, yang sudah dapat kerja enak. Jangan seenaknya aja ninggalin kerjaannya hanya karena ingin mendapatkan yang lebih baik. Ya, kerja itu kan semacam jodoh. Yang lebih ganteng belum tentu sesuai dengan kita, biar pun kita jadi lebih nafsu ngeliatinnya #apaanIni? Maaf ya saya sering ngelantur. Maklum.

Oh ya, after all the things I’ve been through, I just got a new job, mulai kerja setelah lebaran. Tolong doakan kerjaan saya kali ini adalah jodoh yang benar. Berkah dan menuai rejeki melimpah. Amin. Semoga saya bisa bertahan dalam seleksi alam selanjutnya. Saya harus bisa. Bismillah!

  
pict from weheartit
PR saya selanjutnya adalah belajar mengendarai mobil


3 comments:

  1. semangat mbak Nes... aja! aja! fighting!

    ReplyDelete
  2. semangat mba anessss.
    stop jadi penggangguran yang galau, hahahah.

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower