TENTANG SI CHIMER

Sunday, June 30, 2013

BUKU-BUKU TERKENAL YANG GA MAMPU SAYA BACA

Sebagai penikmat buku, saya punya banyak kekurangan. Diantaranya adalah ketidakmampuan saya mencerna beberapa buku. Mungkin seperti perut saya yang ga tahan sama daging kambing? Padahal di luar sana banyak orang doyan makan kambing. Lah malah ngobrolin makanan. Berikut adalah daftar buku populer yang tidak bisa saya nikmati/ saya cerna:

kovernya laskar pelangi
kovernya Ayat-ayat Cinta

kovernya twilight
  1. Twilight tetralogy (novel): demi Tu-haaaan (ala Arya Wiguna) saya sudah memaksakan diri saya untuk membacanya. Saya bahkan berulang kali mengucapkan pada diri saya sendiri bahwa ini best seller! Best seller! Tapi toh saya ga mampu membacanya habis, malahan kepala saya pusing. Apa yang membuat saya merasa tidak mampu membacanya adalah tokoh utama, yang menurut saya, terlalu melebih-lebihkan penderitaannya. Seakan dia orang paling menderita di dunia. Ga ada yang lebih menderita dari dia. Juga pengulangan kata yang sama, sehingga deskripsi jadi terasa menyiksa saya. Bagi saya, Twilight adalah teenlit berbalut cerita vampire.
  2. Laskar Pelangi (novel): saya memahami bahwa buku ini adalah tentang menginspirasi orang lain untuk memperjuangkan mimpinya. Saya sadar bahwa buku ini bahkan mampu membuat genre baru dalam dunia pernovelan, inspirational novel. Tapi memang saya yang tidak bisa menikmati deskripsinya, alur ceritanya, dan lain sebagainya. Novel sefenomenal ini, saya ga mampu membacanya, huhuhu. Kadang kalau temen ngobrolin soal buku ini dan menanyakan pendapat saya bagaimana, saya cuma bisa bengong. Padahal buku ini sudah go internasional dan banyak dijadikan bahan ajaran anak sastra.
  3. Ayat-ayat Cinta (novel): bagaimana saya mengungkapkannya? Sepertinya saya merasa tokoh-tokoh dalam novel ini tidak real. Tentang tokoh non-muslim yang begitu sempurna akhlaknya, istri yang begitu ikhlas menerima poligami sebagai bentuk ibadah, dan tokoh utama yang terlalu… um… tokoh utama di sini seperti being dragged into some troubles. Jadi semacam bukan dia tokoh sentralnya. Dan, oh yah, endingnya, yang menurut saya, terlalu memaksakan diri. Penulis ingin membuat ending yang tak terduga tapi malah saking tak terduganya, saya jadi merasa aneh. Tapi saya salut dengan penulis yang juga menciptakan genre baru, novel cinta islami. Keren lah. 

Sebagai catatan ini adalah selera pribadi saya, yang berarti it has nothing to do with the others. Saya menilai buku ini dari sudut pandang penikmat buku, bukan sebagai ahli fiksi. Untuk sementara itu dulu deh, kapan-kapan di-update lagi.

10 comments:

  1. #okesip ternyata kita emang serasi banget mbak nesyaaaa... *toss*
    Saya pikir cuma saya loh org yg nggak bs ngeliat dmn best sellernya ketiga novel di atas. Ternyata ada juga org lain. Eheheh, tp emang sih ya mbak, selera org kan lain2. Jd, mgkin qt out of major gitu kali ya. Eheheh
    *seneng banget dpt temen yg pny pemikiran sama* ~syalalalalalala

    ReplyDelete
  2. mak taksanggup membaca twilight... mendingan mak baca novel stensil :O

    ReplyDelete
  3. terkadang memang ada buku yang cocok untuk kita baca , namun ada juga buku yang tidak cocok untuk kita baca...salam :-)

    ReplyDelete
  4. huehehehe dasar annes .... buku yang kamu sebutin semua juga aku ga mampu baca,,, tapi yang aku punya sendiri juga ada ,, yaitu buku Sepatu Dahlan. Kenapa? Soalnya waktu senggang dipake buat nonton tv atau tidur XD

    ReplyDelete
  5. hahahaa nesyaa banget nih! tapi ada benarnya :) btw, nesyaa pp baruuu uhuy :D

    ReplyDelete
  6. Tos, zy malah belum pernah baca ketiganya. kalau ada di gramed ga dilirik. :D

    ReplyDelete
  7. hihihi... saya sih suka-suka saja sama ketiganya ^_^
    buku apa saja saya lahap... *emang rakus*

    ReplyDelete
  8. wah selera orang emang beda beda ya...padahal itu best sellers. hihihi

    ReplyDelete
  9. twilight sampe sekarang juga belom beres gara2 udh nton filmnya tp walau udh nton hunger games, novelnya luar biasa, km harus coba

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower