TENTANG SI CHIMER

Saturday, December 28, 2013

TUTORIAL MENULIS UNTUK PENULIS PEMULA: PROSENTASE DIALOG DAN NARASI, MENGATASI PARAGRAF YANG TERLALU PENUH

Bagi saya prosentasi banyaknya dialog dan narasi dalam novel sebenarnya tidak baku. Saya biasanya pakai formula porsi 50 :50. Saya menghindari dialog terlalu banyak karena akan merusak seting suasana. Saya juga menghindari narasi yang terlalu banyak karena akan terasa boring.

Banyak penulis pemula yang mempertanyakan prosentase ini. Termasuk saya. Namun kemudian saya memutuskan bahwa formula 50%narasi: 50%dialog adalah yang sesuai bagi saya dan cerita yang saya tulis.

Menurut saya formula ini pun tidak baku untuk genre novel lainnya. Misalnya novelmu science-fiction atau menggunakan latar tempat luar negeri yang mengutamakan deskripsi seting tempat, maka prosentasi narasi akan lebih banyak dari dialog. Sebab penulis harus membuat pembaca mengetahui seting tempat adegan. Atau memang penulis lebih ingin bermain kata-kata ketimbang mengutamakan adegan. Itu pilihan masing-masing. Bagi saya yang lebih mengutamakan adegan, saya menggunakan formula 50:50.  

Nah, makin galau? Gimana menentukan formula yang tepat untuk ceritamu ?

Caranya yang paling mudah adalah baca saja ceritamu dengan suara keras. Ketika kamu merasa bosan, itu berarti sudah saatnya memunculkan dialog, kalau merasa ceritamu “kabur adegannya” saatnya memunculkan narasi/deskripsi. Kalau masih bingung, suruh temanmu untuk membaca ceritamu dan memberi masukan. Cari teman yang biasa membaca novel sehingga ia bisa menghina  tulisanmu kalau memang ada yang salah :P.

Kesalahan lain yang biasa dilakukan penulis pemula adalah paragraph yang terlalu padat. Cara menghindari paragraph yang padat dan menganggu ini adalah dengan membaca keras. Kalau kehabisan nafas, sudah saatnya pindah paragraf. Kalau yang diceritakan sudah berbeda, sebaiknya pindah paragraf. Aturannya, paragraf minimal terdiri dari tiga kalimat.

Contoh pertama (baca dengan suara keras):
Tina menyuruh Hana berhenti melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan kelas yang hanya tinggal berisi beberapa anak saja yang tersisa sebab yang lainnya sudah pulang ketika jam pulang berbunyi lima belas yang lalu. Tina yang mendengarkan bentakan Tina merasa terkejut dan juga tersinggung kenapa sahabatnya itu tega membentaknya di depan beberapa anak di kelasnya. Apalagi salah satu anak di kelas tersebut adalah cowok ganteng nan baik hati yang selama satu tahun terakhir ini menjadi gebetannya.   

Gimana dengan paragraf di atas? Berasa kehabisan nafas pas baca? Sedikit berkunang-kunang? Coba baca paragraf di bawah dengan suara keras.

Contoh kedua (baca dengan suara keras):
“Hana!” bentak Tina keras. 
Hana tersentak. Ia berhenti melangkahkan kaki meninggalkan kelas yang kini hanya berisi beberapa anak saja. Bel pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu. 
“Hana, jangan lari!" bentak Tina lagi, lebih keras.
Hana menggigit bibirnya. Seharusnya Tina tidak perlu membentaknya sekeras itu. Bukannya kenapa, tapi di kelas tersebut ada Joni – cowok ganteng nan baik hati yang selama satu tahun ini menjadi gebetannya. Tina sialan, batin Hana.


Bagaimana? Kalian tentukan sendiri mana yang lebih nyaman dibaca: contoh pertama atau kedua? Selamat mencoba teman temin.

Friday, December 27, 2013

TUTORIAL MENULIS UNTUK PENULIS PEMULA: MEMUNCULKAN TOKOH UTAMA DALAM ADEGAN MENGGEBRAK

Berikut postingan tutorial saya yang lainnya:

Dalam kolom komentar, Inul bertanya apa yang dimaksud dengan adegan menggebrak.

Saya tidak pernah mengikuti pelatihan atau kursus menulis secara formal. Saya menulis secara otodidak jadi tutorial ini pun saya buat hanya sebagai sharing. Ini bukan formula paten ya, ini hanya formula yang saya temukan ketika berusaha menulis novel yang bisa menembus penerbitan mayor.

Memunculkan tokoh utama dengan adegan menggebrak bagi saya penting. Pembaca sebaiknya mengingat kapan tokoh utama itu muncul agar ia memperhatikan bagaimana tokoh itu kemudian menentukan plot dalam cerita.

Adegan yang menggebrak dalam FTV biasanya adegan sepeda ontel tabrakan dengan mobil mewah. Si cewek pemilik sepeda ontel marah-marah ke si cowok gedongan. I must say, itu adegan menggebrak yang cukup klise. Adegan cewek cupu yang tabrakan dengan cowok team basket dan menjatuhkan buku-buku, itu juga adegan menggebrak yang klise. Sebaiknya menghindari adegan itu ketika memunculkan tokoh utama dalam novel yang kamu tulis.

Ini sebagai contoh ya…

Di Novel Ubur-Ubur Kabur, saya mempertemukan tokoh utama Aurel dengan Daniel dalam adegan menyelamatkan seseorang yang hampir tenggelam. Cerita kemudian bergerak ketika cewek yang hampir tenggelam itu ternyata adik perempuan Daniel. Aurel tidak sengaja menyelamatkan adik perempuan si tokoh utama laki-laki. Pembaca akan mengingat bagaimana dua tokoh ini bertemu karena adegan tenggelam tersebut.

Dalam Novel Maya Maia, saya memperkenalkan sosok Jojo yang sedang mengunjungi makam ibunya dan sosok Nathan yang mandi sambil galau mikirin mantannya. Cerita bergerak ketika dua cowok dengan masalah hidup yang berbeda, bertemu dengan jodoh yang tertukar satu sama lain. Harapan saya, pembaca akan mengenal dua tokoh utama cowok karena masalah hidup mereka: Jojo yang kehilangan Ibunya dan harus membesarkan adik perempuannya ; serta Nathan yang meski tampan dan sempurna, ia belum bisa melupakan mantan kekasihnya yang menikah dengan laki-laki lain.

Dalam Novel Atran yang akan terbit Februari tahun 2014 (semoga tidak ada halangan yang berarti, amin), saya memperkenalkan tokoh Atran yang sedang menjawab pertanyaan dari psikiater. Saya menceritakan Atran yang dianggap mengalami gangguan mental oleh orang-orang di sekitarnya. Kemudian saya membawa cerita pada adegan Atran yang mencoba menghubungi tokoh utama perempuan. Ini adalah kisah tentang Long Distance Relationship dengan dibalut atmosfer mistis.

Dalam Novel X: Kenangan yang Berpulang yang akan terbit Maret tahun 2014 (semoga tidak ada halangan yang berarti, amin) saya mempertemukan dua tokoh utama dalam suasana interview kerja di mana si tokoh utama perempuan hendak melarikan diri karena begitu membenci si interviewer yang adalah mantan pacarnya tujuh tahun yang lalu.

Bagi saya yang dimaksud dengan “menghadirkan tokoh utama dalam adegan menggebrak” adalah dengan menceritakan suatu hal yang menarik dari tokoh utamanya. Entah itu melalui adegan atau pun masalah hidup mereka.

Gali hal menarik dari tokohmu. Jauhi adegan yang banyak digunakan orang. Misal: adegan bangun pagi terlambat sekolah, it’s a NO. Editor biasanya menilai kreativitas penulis dari adegan pertama pembukaan novel, Jika pembukaanmu terlalu klise, percayalah naskahmu akan langsung disingkirkan.

Saya memulai menulis novel tujuh tahun yang lalu. Hingga saat ini saya hanya berhasil melahirkan dua novel: Ubur-Ubur Kabur dan Maya Maia (beberapa masih waitinglist). Saya cukup banyak melakukan kesalahan seperti yang saya sebutkan di atas di masa lalu. Jadi saya harap kesalahan yang pernah saya lakukan di atas sebagai penulis pemula, tidak perlu dialami oleh lainnya.

Selamat mencoba, semoga berhasil. :)

 ANNESYA

Wednesday, December 25, 2013

KAMU, DI MATA SAYA

Hidup adalah tentang pilihan hidup di masa lalu yang menentukan nasib di hari ini. Dan pilihan hidup saat ini yang nantinya menentukan hidup di masa depan.

Tiba-tiba terselip sesal. Mungkin itu hanya rasa takut menentukan pilihan yang salah. Mungkin itu hanya rasa ragu telah melakukan pilihan yang benar.  

Tiba-tiba saya  ingin tahu, kamu yang di sana, apakah kini menyesal karena telah meninggalkan saya? Kamu yang di sana, apakah pernah terselip rasa bersalah?

Saya beritahu kamu, saya mengalami banyak hal buruk karenamu. Karena kamu berpikir pilihan hidupmu saat itu -- yang mana saya bukanlah bagian dari pilihanmu -- adalah benar. Karena kamu pikir kamu tidak akan pernah menyesal atas pilihanmu yang egois. Saat ini saya baik-baik saja. Belasan tahun hidup tanpa kamu, dan saya masih baik-baik saja.

Bukan berarti untuk menjadi "baik-baik saja" saya tidak mengalami fase mengerikan.

randomly from google

Kini kenapa kamu harus berbalik? Kamu sebut apa sikapmu itu? Penyesalan? Rasa bersalah? Atau kamu hanya merasa masih memiliki hak atas saya setelah apa yang (tidak pernah) kamu lakukan?

Monday, December 23, 2013

BAGAIMANA AGAR KARAKTER NOVEL YANG DICIPTAKAN MENGENA DI HATI PEMBACA

Bagi saya karakter tokoh utama adalah penentu plot dalam cerita. Sebab karakter seseorang dan cara ia menghadapi sebuah konflik akan mementukan jalan cerita itu sendiri. Saya adalah tipe orang yang tidak memaksakan diri dalam menciptakan sebuah alur cerita, saya biarkan karakter saya menemukan endingnya sendiri.

Oleh karenanya saya kadang terkejut dengan hasil ending dalam cerita saya. Seringnya rancangan ending saya meleset. Dalam memulai sebuah cerita saya hanya menentukan tema yang diangkat, konflik utama, cerita secara garis besar, dan karakter.

Saat ini saya mau ngobrolin soal karakter dulu. Kesalahan penulis pemula dalam menciptakan karakter biasanya adalah dengan menjelaskan karakter melalui narasi. Contoh:
Nita adalah orang yang baik. Dia suka menolong teman-temannya. Dia juga punya senyum yang manis dan hati yang sebaik malaikat.
I would say NO. It's gonna be better if:

Nita menatap Lisa yang terjatuh dari kursinya. Tubuh Lisa terkulai begitu saja. Semua orang menatap Lisa dengan bingung. Mereka ingin menolong namun takut akan tertular penyakit panu kronis yang diderita Lisa selama belasan tahun. Namun Nita adalah gadis yang berhati lembut. Tanpa memikirkan ia akan tertular panunya Lisa, ia membantu Lisa bangkit, dan menggotongnya ke Ruang Kesehatan.
Teknik show not tell ini sudah populer banget. Selain membuat pembaca merasa tidak didoktrin, teknik ini akan membuat cerita lebih menarik dan tidak membosankan.

Selain itu ada beberapa cara agar karakter utamamu mengena di hati pembaca:
1. Munculkan dia di awal. Semakin cepat pembaca mengenalnya, semakin baik.
2. Munculkan karakter utamamu dalam adegan menggebrak yang unforgettable.
3. Karakter utamamu harus memiliki kelebihan fisik/sifat yang membuatnya menarik dan layak dicintai.
4. Karaktermu harus "manusiawi" atau terjangkau oleh pembaca. Dia harus memiliki kelemahan. Entah itu kelemahan secara fisik maupun mental. Biasanya di poin ke-4 ini semakin penulis pandai mengoreknya, semakin pembaca merasa simpatik kepada tokoh utamamu.

Selamat mencoba dan semoga sukses. Menulis tidak harus dari orang yang berpendidikan tinggi. Saya kenal seseorang yang hanya lulusan SMA dan bekerja sebagai tukang mie namun dia punya banyak buku. Saya juga kenal tukang jual bawang dan novelnya laku.

Saya ga ada apa-apanya dibanding mereka.

Mereka adalah inspirasi yang baik. Dicontoh ya...

Sunday, December 22, 2013

TANTANGAN SAYA SENDIRI

Saya baru menyadari kalau selama ini saya malah menulis tokoh-tokoh yang latar belakang pekerjaannya ga sama dengan latar belakang pekerjaan saya, entah itu:

1. Pelukis (Daniel Radyansyah dalam #UburUburKabur),
2. Psikolog (Arlodi dalam #UburUburKabur),
3. GM Toserba (Nathan dalam #MayaMaia),
4. Tukang Reparasi Komputer (Jojo dalam #MayaMaia),
5. Kepala redaksi majalah (Kalea dalam #NovelAtran, terbit awal 2014),
6. Direktur perusahaan Advertising (Atran dalam #NovelAtran, terbit awal 2014),
7. Penulis skenario film horor (Debora dalam #NovelAtran, terbit awal 2014),
8. Kepala Departemen HRD dan CSR perusahaan Property (Andra dalam #NovelX, terbit awal 2014),
9. Legal Advisor (Ariel dalam #NovelX, terbit awal 2014),
10. Atlet renang (Ares dalam #NovelQueen, terbit pertengahan 2014),
11. Kepala Event Organizer (Queen dalam #NovelQueen, terbit pertengahan 2014).

Saya pernah bekerja sebagai personal banker di sebuah bank swasta. Personal Baker kan juga pekerjaan yang menarik yah. Kenapa saya ga pernah bikin karakter dengan latar belakang pekerjaan itu? Aish... saya jadi gemes sendiri. Mungkin ini akan jadi tantangan saya sendiri untuk tahun depan, apakah saya bisa menulis cerita dengan latar belakang pekerjaan seorang banker? Catat! Kalau bisa dijadikan target.

Saya mulai rindu menulis komedi romantis yang ringan. Setelah menulis novel dengan tema gelap #NovelX dan revisi #NovelAtran, saya mulai butuh harapan. Novel komedi romantis selalu memberi harapan bagi pembacanya, dan juga bagi saya sendiri. :)

Saya juga kangen menulis thriller. Dulu saya nulis thriller, kenapa sekarang malah banting setir jadi penulis romance? Zzzt!

Saya juga pengen nulis cerita dengan latar budaya kampung halaman saya di Tuban. Barangkali bisa menyaingi Novel Ronggeng Dukuh Paruk yang amazing itu. Hahaha...

klik untuk memperbesar yah. Novel saya #MayaMaia sudah bisa ditemukan di toko-toko buku di kota kamu, Gramedia, Togamas, Gunung Agung, dan lain-lain

novel saya yang pertama ini sudah agak susah ditemukan di Jawa. Entah kenapa stock-nya malah ada di luar Jawa. Untuk pesan di penerbitnya langsung bisa melalui Pin BB penerbit Andi: 21416FCB
Atau bisa melalui Bookoopedia (klik linknya) 

Ngomong-ngomong, apa tantangan kalian untuk tahun depan?
Lulus SMA?
Masuk kuliah?
Kelar skripsi dan wisuda?
Mendapat pekerjaan impian?
Daftar S-2?
Beli mobil dan nyicil rumah?

Let me know :)

Saturday, December 21, 2013

REVIEW NOVEL: OBSESI (2011)


Oh ya saya barusan beli bukunya Lexie Xu yang OBSESI. Beli karena baca tulisan di blognya bagus-bagus. Pendapat saya, teenlitnya dapat, karakternya jadi, humornya sarkastis segar, romance menyemenye-ala-anak-SMA-nya juga dapat banget :D, sayang thriller-suspense-nya ga jadi. Padahal saya harap Lexie Xu would kill her darling. Kurang kejam adegan thrillernya. Deskripsi tempatnya juga masing kurang. Ga paham bentuk rumahnya Jenny kaya apa.

Ceritanya memang gampang ketebak. Tapi itu bukan kelemahan sebab genre-nya memang teenlit. Ya iyalah, kalau mau cerita berat, baca genre dewasa dong, bro

Saya salut sama cara Lexie Xu mengolah karakter Jenny dan Hanny. Terutama sama karakter Jenny-nya. Jenny ini tipe orang yang membosankan. Menye-menye ga jelas tapi Lexie Xu bisa mengolah Jenny jadi tokoh utama yang layak dicintai pembacanya. Dan oh ya, ada ga konsisten sama dialognya Jenny, kadang dia pakai "gue", kadang dia pakai "aku". Ini sedikit mengganggu.

Oh ya endingnya bagus banget. Twist-nya dapat. Sudah lama saya ga bisa merasa puas ketika membaca teenlit. Obsesi memberikan rasa itu. Puas. 

Auo baca novel ini saya serasa kembali muda dan melupakan keriput di wajah #salafokus


CURCOL DIMULAI

Freedom is the Breath of Life on we heart it / visual bookmark #31315888
from weheartit



Sudah lama ya saya ga curcol di sini. Yuk deh dimulai curcolnya...

Bagi saya bekerja bukan rutinitas, tapi perjuangan. Dalam hati saya menepis semua kesulitan. Sayangnya banyak orang berpendapat pekerjaan adalah rutinitas dan saya dianggap menjadi salah satunya. Bukan berarti mereka salah, saya saja yang berbeda. Dan sudah nasibnya orang yang berbeda untuk susah dimengerti.

Ngomong-ngomong kosan saya yang baru berhadapan dengan masjid. Ga ada setannya. Mungkin karena bangunan baru. Saya bersyukur untuk itu. Bukannya saya takut setan. Saya orangnya cuek-cuek aja. Cuma kadang "mereka" isengnya kebangetan. Kadang suka grepe-grepe-in saya. Capek deh...

Kadang pas tidur "mereka" raba-raba. Karena saya males ngeladenin, saya biarin aja deh tuh setan mesum. Waktu mami saya ceritain, mami saya histeris, nyuruh pindah kosan. Tapi waktu itu memang cuma kosan horor itu aja yang murah banget, pas di kantong.

Sekarang sudah pindah kosan. Nyaman banget. Oh ya kosan saya yang baru ga bocor kena hujan. Alhamdulilah...

Tapi ibu kosnya matanya ijo-ijo gitu tiap saya berangkat kerja. Tiap saya pake blouse dan sepan matanya berkilat-kilat penuh nafsu. Saya yang bayar cukup mahal di kosan, masih mau ditarikin charge yang aneh-aneh. Padahal di awal, dia bilang bawa elektronik apa aja sudah gratis. Uwow, saya sering serem sendiri sama ibu kos saya. Mata berkilat-kilatnya itu lho kaya serigala... siap menerkam saya. Hahaha...

Friday, December 20, 2013

CUPLIKAN NOVEL #MayaMaia

File yang harus diperiksa berada di atas meja sebelah kiri. File yang harus ditandatangani terletak di sebelah kanan bawah.

Kopi di meja sebelah kanannya sudah berhenti mengepulkan uap. Sudah waktunya diminum. Namun, ia merasa tidak berselera. Mungkin kopi itu terlambat momennya untuk dinikmati. Cairan itu mendingin dan sensasi kafein di dalamnya sudah memudar ditelan waktu. Kopi tersebut ditinggalkan begitu saja. Terabaikan. Senikmat apa pun minuman itu, siapa lagi yang akan peduli? Kopi seharusnya dibuat secara personal, sesuai dengan selera si bakal peminum. Maka ketika sang bakal peminum menolaknya, ia menjadi tak berharga.

Ah, tapi di dunia ini selalu ada substitusi. Kalau tidak merasa cocok dengan kopi buatan personal, ia bisa membeli kopi sachet, atau ia cukup nongkrong di kafe-kafe penyedia kopi massal -- tempat selera dan rasa sudah bukan lagi masalah personal. Segala rasa menjadi serupa dan universal.

Seperti halnya cinta.

“Nathan… aku… mungkin… ini harus berakhir. Maaf….”

Tanpa sadar, ia menatap kosong ke dalam cangkir kopi yang dipegangnya. Jari-jarinya perlahan merenggang dan kopi dingin tersebut mengguyur setelan jasnya dengan telak.

Pegawainya—yang masuk tanpa ia sadari keberadaannya—memekik pelan. Ia tersentak, entah untuk keberapa kalinya hari ini. Dengan linglung, ia menemukan ujung jas dan celananya basah karena cairan kopi pekat yang terasa begitu lengket.

Ia mengerang sembari mencengkeram jidatnya erat-erat.

Ini… sudah… tidak tertolong lagi.…

#MayaMaia #Plotpoint #Mizan #2013
available on bookstores: Gramedia, Togamas, Gunung Agung, etc

captured by Opank

Thursday, December 12, 2013

SEKIAN

rain picture on VisualizeUs
from weheartit



Hari ini pulang kerja.
Capek.
Hujan.
Kehujanan.
Jalan kaki.
Nyegat angkot.
Sekian.

Tuesday, December 10, 2013

BANGKIT DARI ABU

Sepertinya, saya belum sempat memberitahu Chimers kalau novel saya lainnya, #NovelX (tagline: kenangan yang berpulang) telah mendapat ACC dari sebuah penerbit. Jadwal terbit Maret. Semoga tidak ada halangan yang berarti. Amin.

Selama menulis novel, saya cuma dua kali mengalami writer's block pasca menyelesaikan novel, yakni #LoncengAngin dan #NovelX. Pasca menulis #NovelX saya jadi bengong ga jelas, setiap lagu dan lain-lain, kebayang-bayang adegan novel itu. Rasanya bukan seperti saya yang menulisnya. Entah siapa.

Jiah bilang dia sampai nangis semalaman gara-gara mikirin nasib Andra di #NovelX. Dia bilang matanya sampai bengkak. Kasihan yah dia, semoga Jiah diberi ketabahan oleh Allah SWT, amin. SuciMine bilang dia juga gagal move on, kebayang-bayang terus. Ya, apalagi saya yang nulis, ga usah ditanya -___-"

Btw, semalam, ada pesan masuk di FB dari editor #NovelX saya, begini isinya:

Mbak... Mbak... akhirnya knp hrs begitu? Aku gak kuat buat nerusin edit, hiksss. Apalagi aku bntr lg mau menikah, eits msh awal 2015 dink, tp ini sedih bgt...

Sepertinya dia jadi korban #NovelX. Yah, saya berdoa semoga galaunya tidak sampai mempengaruhi rencanya pernikahannya. Serem. Semoga pernikahan editor saya lancar dan bahagia. Amin.

Saya menulis #NovelX bukan dengan niat membuat orang galau atau sedih. Saya bukan tipikal orang yang menulis demi membuat orang lain menangis. Bagi saya, yang terpenting adalah twist cerita yang tersampaikan dengan baik.

Apa yang ingin saya sampaikan dalam #NovelX adalah bahwa seorang perempuan harus kuat sekeras apapun kehidupan. Jangan biarkan masa lalu yang buruk menghancurkanmu. Seorang perempuan harus bangkit meski dari abu.

Saturday, December 7, 2013

KABAR SAYA

Saya lagi mengerjakan revisi novel saya yang ketiga berjudul ATRAN. Atmosfer dalam novel ini tidak begitu menyenangkan. Saya selalu frustasi ketika mengeditnya. Karena saya jadi teringat kondisi saya ketika menulis novel ini.

Masa-masa itu saya mengungkapkan sebuah kebenaran namun tak seorangpun mempercayainya. Saya berulang kali mempertanyakan, kebenaran itu apakah tentang mayoritas? Jika banyak orang mengatakan bahwa itu salah, apakah itu disebut salah?

Nyatanya, kebenaran yang saya ungkapkan baru terkuak delapan tahun kemudian. Waktu yang terlalu lama sampai saya harus mempertanyakan kewarasan saya saat itu. Novel ini saya tulis untuk menyampaikan bahwa kebenaran bukan tentang mayoritas. Jangan habiskan waktumu dengan mendengar apa yang sebenarnya tidak perlu kalian dengar.

Enough for that.

Know, sepulang kerja, saya selalu menyempatkan diri untuk merevisi.

Genre novel ketiga saya adalah dark-paranormal-romance. Ini akan jadi novel idealisme pertama saya. Ini akan jadi novel gelap pertama saya yang berhasil menembus penerbit. Saya sebenarnya lebih sering menulis kisah gelap ketimbang komedi. Hanya saja kebetulan penerbit lebih tertarik kepada novel komedi saya.

Bagi saya lebih susah menulis komedi ketimbang dark stories. But well, saya suka membuat orang lain tertawa. Oleh karenanya saya berharap saya bisa terus menulis comedy romance setelah novel pertama saya yang berjudul #UburUburKabur dan novel kedua saya yang berjudul #MayaMaia.

Penerbit saya bilang, ia menyukai novel saya yang ketiga ini #novelAtran karena keunikannya. Kalian akan menemukan apa yang dimaksud penerbit saya pada bulan Pebruari tahun 2014. Novel ini dijadwalkan terbit pada bulan itu. Semoga tidak ada halangan yang berarti.

I love you all :*

Thursday, December 5, 2013

DUNIA LAKI-LAKI

pict taken from here


Sebagai mantan bankir, saya mengambil beberapa ilmu dari pekerjaan saya yang terdahulu. Bahwa manusia adalah makhluk visual. Tampilan itu penting. Jadi meskipun di pekerjaan saya yang sekarang tidak menuntut untuk selalu berpenampilan menarik, saya tetap berpenampilan demikian. Well, sebenarnya alasan lainnya adalah… ya, saya cuma baju kerja ala banker :P blouse dengan sepan, sepatu wedges medium heel, dengan sapuan tipis make up. Saya berpendapat bahwa tampilan yang baik adalah cara saya menghargai orang yang saya ajak bekerjasama.

Pekerjaan saya yang baru adalah dunia laki-laki. Bagaimana bisa saya berkata begitu. Soalnya perbandingan marketing pria: wanita = 8:3? Iya, memang itu juga sih. Terus selain itu ya, namanya industri leasing, bau-baunya ke mobil, truck, alat berat, mesin, forklift, wheel loader, genset, blah… saya lebih sering urusan saya cowok ketimbang cewek.

Kadang berasa kagok. Ke customer yang bidang usahanya di bidang yang cowok banget. Ada yang di bidang jasa pengangkutan ekspedisi, rental alat-alat berat, retailer granite tile, rakitan tv, sampai dengan distributor alat listrik. Saya yang cupu ini mana ngerti mereka ngomongin soal apa. Jadi saya akting paham gitu pas mereka mendeskripsikan bidang usaha mereka. Manggut-manggut sambil making some little notes buat report. Ciyan…

Bisa dibiliang ga jarang saya jalan ke bengkel dan garasi. Menemui alat listrik, alat berat, dan sejenisnya. Kalau mereka mulai bicara soal teknis banget, atau pake istilah-istilah mekanikal, saya mulai berkunang-kunang gitu. Untungnya sejauh ini saya dapat customer yang baik hati semua. Jadi pertanyaan bodoh saya dijawab dengan sabar. Ga sedikit customer yang reseh, beneran  deh, namanya juga urusan sama orang berduit yah, kadang ada yang rempong.

Bagi saya ini dunia baru yang menarik sih. Banyak yang bisa dipelajari. Haiya, ngomong kaya gini padahal ga kenal jenis-jenis alat listrik itu apa. Beda chasis dan tractor head itu apa. Ya udah lah yang penting ka semangat belajar. Semua pasti bisa dijalani kalau kita mau belajar.  Semangat!

Saturday, November 30, 2013

UNCONDITIONALLY: TANPA SYARAT

Oh tidak, apa aku terlalu dekat?
Oh, aku hampir melihat apa yang sebenarnya.
Segala ketakutanmu.
Semua pakaian kotormu.
Tak sekalipun ku berkedip.

Tak bersyarat, tanpa syarat.
Aku akan mencintaimu tanpa syarat.
Tak ada lagi rasa takut.
Lepaskan dan bebaskan!
Aku akan mencintaimu tanpa syarat.

Datanglah padaku sebagaimana dirimu.
Tak perlu meminta maaf.
Kau harus tahu bahwa kau berharga.
Aku akan mengganti hari-hari burukmu dengan kebaikanmu.
Berjalan menembus badaipun aku rela.
Aku melakukan semuanya karena aku mencintaimu, aku mencintaimu.

Jadi buka hatimu dan biarkan ini dimulai.
Buka hatimu dan biarkan ini mulai.

Penerimaan adalah kuncinya
Untuk menjadi benar-benar bebas.
Maukah kau melakukan hal yang serupa untukku?
lirik ditranslasikan dalam bahasa Indonesia oleh Annesya, Katy Perry - UNCONDITIONALLY


 ***

Again, a great song sung by a great singer, Katy Perry. She never stops making people thrills. She does amazing works. I hope she can always do the same or may be better. The way she sings is absolutely inspiring. 
***

Original Lyrics

"Unconditionally"

Oh no, did I get too close?
Oh, did I almost see what's really on the inside?
All your insecurities
All the dirty laundry
Never made me blink one time

Unconditional, unconditionally
I will love you unconditionally
There is no fear now
Let go and just be free
I will love you unconditionally

Come just as you are to me
Don't need apologies
Know that you are worthy
I'll take your bad days with your good
Walk through the storm I would
I do it all because I love you, I love you

Unconditional, unconditionally
I will love you unconditionally
There is no fear now
Let go and just be free
I will love you unconditionally

So open up your heart and just let it begin
Open up your heart and just let it begin
Open up your heart and just let it begin
Open up your heart

Acceptance is the key to be
To be truly free
Will you do the same for me?

Unconditional, unconditionally
I will love you unconditionally
And there is no fear now
Let go and just be free
'Cause I will love you unconditionally (oh yeah)
I will love you (unconditionally)
I will love you
I will love you unconditionally

Saturday, November 16, 2013

KISAH GELAP (part 2)

Kau. Aku melihat semua yang kau lakukan. Kau tahu itu. Tapi memang kau selalu mengabaikanku. Meski setiap malam aku hanya memelukmu dalam lelap, berharap kau kembali menjadi yang dulu. Harapan adalah satu-satunya yang bisa kulakukan.
Hari-harimu menjadi lebih mudah sekarang. Ketika seseorang berenang mengikuti arus, seseorang tidak perlu berusaha terlalu keras, arus akan membawamu begitu saja. Kau menjadi seperti itu kini. Kau menjadi seperti kebanyakan.
Dulu kau bagaikan ikan yang berenang menantang arus. Kau menjadi berbeda dan luar biasa. Orang-orang dulu iri dengan keberanianmu, diam-diam memujamu. Sayangnya kau tidak sadar itu. Orang-orang dulu iri dengan caramu menentang yang salah, sebab mereka tidak memiliki keberanian yang serupa. Dulu.
Hari-hari di kantor tak lagi semenyulitkan dulu. Bekerjasama dengan seniormu memudahkan hari-harimu. Kau menjadi jarang bercerita padaku. Kau sudah semakin mengabaikanmu. Kau semakin tidak membutuhkanku.
Kau sudah mendapat kepercayaan penuh dari orang-orang di sekelilingmu. Kau terkenal jujur dan tidak mau melakukan hal di luar aturan. Bukan hal yang sulit bagimu memalsukan laporan keuangan sesuai keinginan beberapa orang. Kau semakin cantik sekarang. Rambutmu terawat dan tebal. Gigimu putih efek bleaching. Wajahmu yang dulu cantik kian bercahaya. Ah! Kau menjadi luar biasa sekarang.
Kau bahkan mampu mengirim uang lebih ke kampung halaman. Rumahmu di kampung kini sudah bertembok dan tak lagi berubin. Orang tuamu telah mampu membeli keramik mahal yang membuat rumahmu kini masuk jajaran rumah mewah di kampung halaman. Kudengar kau menelepon orang tuamu masalah keberangkatan haji dengan paket ONH plus. Wah, kau luar biasa! Kau mampu meraih apapun yang kau inginkan.
Sayangnya aku sudah mulai muak menjadi bayanganmu. Aku adalah bayangan gelap yang terbentuk ketika cahaya menimpamu. Aku adalah bayangan yang mengikutimu sejak kau lahir. Aku diciptakan untuk selalu bersamamu dan diberi kesempatan untuk selalu mencintaimu. Dulu. Kini rasa muakku sudah keterlaluan. Aku muak melihatmu menasihati orang lain tentang kejujuran dalam etos kerja. Tentang hidup dan kesuksesan yang kau raih adalah berasal dari kerja kerasmu.
Tidak. Kau tidak bekerja sekeras itu. Kau tidak bekerja sekeras dulu. Kau memilih menyerah dan membiarkan arus kehidupan menyeretmu pada kemunafikan. Satu-satu orang yang mengagumimu mulai menemukan kebusukanmu. Para bayangan hitam lainnya yang sering mengelu-elukanmu, berbalik mengejekku. Mereka semuanya kecewa. Bagaimana mungkin seorang dewi bisa berubah menjadi iblis? Mereka pikir Lucifer hanyalah dongeng belaka.
Baiklah, mungkin sudah saatnya aku berhenti menjadi bayangannya. Aku sudah mengajukan surat resign pada Tuhan. Alasan pengunduran diri adalah karena si Manusia melakukan hal-hal menjijijikkan dan memaksaku pula – yang juga merupakan dirinya – melakukannya sebagai bayangan hitamnya. Ah! Berikut Tuhan membalas surat resign-ku:

Dear Bayangan Hitam  Rianti,

Kontrak kerjamu masih belum berakhir. Selama sisa kontrak saya harap kamu bekerja sebaik mungkin sebagai bayangan hitam Rianti (kecuali kalau kamu mau membayar penalty sebagai ganti rugi pembatalan kontrak).
Namun mengingat keluhanmu, Rianti akan saya beri bencana (pilih salah satu opsi ini: a. menderita wasir menahun, b. bisul parah di bagian pantat) atas tindakannya sebagai SP1. Semoga itu bisa memperbaiki kenyamanan kerjamu, wahai Bayangan Hitam Rianti.

Salam dan semoga sukes.

Ah! Menyebalkan! Hidup itu menyebalkan! Baiklah, sebaiknya aku mencabut surat resign-ku saja dan bertahan sampai kontrak kerjaku berakhir. Kenapa pula aku harus berbisul dan berwasir? Ih!

***
(TAMAT)

KISAH GELAP (part 1)

Aku pertama kali jatuh cinta padamu…
                Ah, kapan itu ya? Aku sudah lupa. Aku hidup terlalu lama denganmu dan selama itu pula kau mengabaikan aku.
Tidak adil?
                Hidup memang bukan pengadilan. Kita tidak bisa menuntut hidup untuk membenarkan yang benar. Hidup berjalan sebagaimana mestinya, berputar tanpa ujung, dan perasaan ini kian menggantung.
                Punggungmu bersandar pada dadaku, kau menghela nafas. Andai aku bisa merasakan apa yang biasa tak sengaja kubaca pada novel romantis tentang jantung yang berdebar karena bahagia. Andai aku bisa merasakan deskripsi seperti merasakan lekuk tubuh hingga wangi aroma tubuhmu. Ah, tapi tidak. Aku tidak mencintaimu karena masalah sesepele itu. Rasa cintaku jauh melewati batasan fisik.
“Aku lelah.” Katamu. “Aku lelah terus berusaha. Sampai kapan aku harus terus berjuang sementara orang-orang seperti mereka,” kau berdecak gemas, “hidup berkecukupan dengan melakukan hal-hal jahat.”
                Kau sudah lama mengeluhkan tentang hidupmu padaku. Aku sudah lama mendengarkanmu. Bukan. Aku sudah lama menyaksikan perjuangan hidupmu. Kau berjuang sangat keras. Sejak duduk di sekolah dasar kau belajar mati-matian meraih peringkat pertama. Bagimu prestasi akademis adalah sebuah pertarungan untuk mempertahankan beasiswamu.
                Kau seperti itu. Kau bercahaya karena impianmu. Mimpimu untuk merubah nasibmu menjadi lebih baik. Mimpimu mengangkat derajat kedua orang tuamu yang hanya buruh menjadi seseorang dengan tingkat status sosial yang lebih tinggi.
                Pintu kamar mandi berderit terbuka. Seseorang masuk. Kau berdiri tegak dan berlagak merapikan spanmu. Padahal kau ke kamar mandi tidak karena ingin buang air kecil. Kau hanya mencari ruang untuk “bernafas”.
Wanita dengan cepol sangat tinggi di puncak kepalanya mirip unta betina berjalan congkak. Kacamatanya berujung lancip, lipstiknya merah culas, dan centimeter hak sepatunya tidak wajar. Sesuatu tak wajar dengan penampilannya.
Wanita itu mengabaikan kamu. Dia menghadap cermin dan tersenyum. Dia baru saja memasang secuil berlian di sela-sela giginya. Itu adalah tanda status sosialnya meningkat. Seniornya di kantor. Auditor yang terkenal piawai mengotak-atik laporan keuangan perusahaan. Dia adalah alasanmu mengucapkan kata-kata keluhan yang kubenci.
“Sudah kamu benerin itu laporannya?”
Benerin? Itu fraud namanya!, kau membatin jengkel. Namun garis bibirmu kini sudah mulai lihai melengkungkan senyum artifisial. “Iya, Bu, akan saya benarkan segera. Nanti sore saya bawa hasil auditnya ke meja Ibu Siska.” Jawabmu.
Ibu Siska menatapmu dari cermin dan berkata dengan nada datar. “Kamu, Rianti, jangan terlalu idealis. Di mana-mana kerja ya seperti ini, ga melulu harus mengikuti aturan. Kamu harus bisa luwes. Kebanyakan orang baru ya kaya kamu gini, terlalu idealis. Akhirnya apa? Baru masuk kerja beberapa bulan, udah keluar, alasannya ga cocok. Padahal nanti di tempat kerjamu yang baru juga sama aja!“
Kau. Bukan cuma sekali kau mendengar kata-kata itu. Kata-kata yang menyiratkan bahwa menjadi idealisme adalah sebuah keburukan. Kau tahu kau bukan tipe orang yang hidup karena idealismemu. Kau selalu melakukan hal yang benar selama ini. Kau selalu meraih pencapaianmu dengan kerja kerasmu. Aku harap kau tidak pernah menyerah menjadi sepertimu. Jangan biarkan hidup merubahmu.
Wanita culas itu berlalu.
Kau menatap bayanganmu sendiri di cermin. Kau membatin tentang pencapaianmu selama ini. Kau membatin apakah kerja keras selama dua puluh enam tahun kau hidup di dunia akan berakhir sia-sia. Kau meraba bayanganmu di cermin toilet, ada kerutan di bagian mata yang kian jelas dari waktu ke waktu.
Dulu, dalam bayanganmu, kau akan menua bersama kesuksesan. Dalam bayanganmu, kau akan cukup mapan di usia dua puluh enam sehingga kau bisa melakukan treatment untuk menjaga kecantikan wajahmu. Namun hidup membawamu pada kenyataan bahwa gaji yang kau dapatkan tidak mencukupi untuk memenuhi impian-impianmu di masa lalu. Kau menua. Impianmu pun kian menua.
Ah, tidak, entah kenapa aku merasa akan ada sesuatu yang buruk dari caramu menatap bayanganmu sendiri. Aku tidak pernah melihat tatapan seperti itu sebelumnya memancar dari matamu. Tatapan dendam, sedih, dan kecewa.
Ketika impian terbentur realita, bukankah seseorang akan berubah?

***
(berlanjut ke part 2)

Thursday, November 7, 2013

DRAMA KOREA: I HEAR YOUR VOICE (2013)




Drama dengan setting dunia hukum ini bergenre komedi romantic dan misteri. Jang Hye Sung adalah seorang pengacara publik yang melakukan tugasnya dengan setengah hati. Baginya tidak penting seseorang salah dan benar, sebab ia pernah mengalami ketidakadilan ketika ia masih kecil. Masa kecil Hye-Sung berhubungan dengan kematian ayah Park Soo-ha. Park Soo-ha menyaksikan kematian ayahnya di depan mata namun tidak sanggup bersaksi karena mengalami shock. Saat itu Hye-Sung menjadi saksi kematian ayah Park Soo-ha yang dibunuh oleh psikopat Min Joon-Gook.
Sepuluh tahun kemudian, ketika Min Joon-Gook keluar dari penjara, ia membalas dendam pada Hye-Sung. Ia akan membunuh gadis itu. Namun Park Soo-ha (yang telah beranjak brondong dewasa) selalu melindungi Hye-Sung.

Awal cerita, standar drama Korea tentang cinta yang berawal dari balas budi. Saya pikir drama ini akan biasa saja. Tapi di pertengahan cerita, saya tahu ada yang berbeda dari drama ini. Drama ini menyajikan kronologi dalam ruang persidangan yang biasanya di-skip pada drama Korea umumnya. Lalu kisah cinta Brondong dan noona (beda usia 10 tahun) yang diramu dengan manis. Cinta segitiga yang rumit dengan bumbu kasus pembunuhan. Klimaks konflik terjadi di episode delapan, ini di luar kebiasaan drama Korea. Saya sudah sangat lama tidak menangis karena drama Korea. Bahkan saya lempeng aja nonton That Winter The Wind Blows – bisa dibilang ngantuk sih, apaan drama kok isinya lebay-lebayan. Tapi memang saya akui saya sempat menangis pada klimaks konflik drama ini. Selamat menonton dan menyaksikan klimaks yang saya maksud. Saya puji penulis skenarionya yang bisa menyusun plot dengan rapi serta membuat tiap adegannya menjadi tidak membosankan!!!


Very recommended drama.

Tuesday, November 5, 2013

TIPS BELANJA JAM TANGAN

Akhir tahun emang musimnya sale, semua-semua yang mahal jadi murah. Jadi di akhir tahun saya belanja keperluan yang biasanya mahal seperti tas, jam tangan, sampai dengan baju kerja. Ngomong-ngomong The Executive lagi diskon up to 80%. Ish baju yang biasanya harganya tiga ratus ribuan jadi cuma cepek. Sincay lah. Saya gunakan momen sale akhir tahun kali ini untuk belanja baju murah dan jam tangan murah.

Baju kerja saya masih lumayan banyak stock-nya, jadi saya hemat demi alokasi dana kursus mengemudi. Yang masalah adalah jam tangan saya kebanyakan sudah mati. Mau ganti baterai pun, chasing-nya sudah jelek. Cincay lah beli baru diskonan ga masalah. Beli yang banyak, buat ganti-ganti. Rusak, beli lagi. Lagian ngapain pula beli jam tangan mahal-mahal kalau sudah ga mode kan males juga pakenya.

Begitunya sampai di depan etalase, ternyata toh saya galau mau memilih jam tangan jenis apa. Ada yang model jadul yang talinya bisa diganti-ganti, ada yang talinya model kepang, dan ada yang model gelang-gelang gitu. Berhubung saya lagi muncul jiwa kelelakiannya, saya pilih jam tangan rantai besar. Memang sih aslinya untuk laki-laki, tapi saya beli aja dengan pedenya. Pas saya pake toh ga ada yag nyangka kalau itu jam tangan cowok. Soalnya bentuk pergelangan tangan saya memang lebar. Hahaa…

Ngomong-ngomong soal barang mahal, saya adalah tipikal orang yang tidak percaya bahwa harga mahal barang menjamin kualitas. Jaman sekarang pedagang jualannya juga edan-edanan. Mereka jual dengan harga selangit padahal produknya biasa aja. Jadi sebagai konsumen, kita yang harus jeli. Gimana pokoknya supaya kita bisa dapat barang berkualitas dengan harga terjangkau.

Memang sih ada juga barang branded yang harganya cukup mahal namun menawarkan kualitas yang terjamin. Kalau memang seperti itu, saya tutup mulut. Cuma kalau dengan budget terjangkau, untuk mendapatkan produk berkualitas, kita harus pinter-pinter memilih barang dan waktu. Misalnya dengan membeli barang di toko terpercaya atau hanya berbelanja ketika ada sale.


jam idola zaman SD saya -pict from here-

Salam,

Tuesday, October 29, 2013

HARUS BAGAIMANA?

from wehearit


“Pelacur! Kau akan mati! Anjing! Anjing kamu!” ia menjerit kencang-kencang. Kulihat sekilas urat-urat di lehernya menggelembung sampai hampir meledak. Ludahnya bermuncratan ketika ia menjerit dan menangis. “Kau akan mati! Suamiku akan merobek kerongkonganmu!”
"Berhentilah mengoceh, nanti kamu tambah kurus. Dan kamu, juga suamimu yang sok iye itu, jangan pernah menghubungiku lagi.'
Lamat-Lamat masih kudengar perempuan itu bicara. Setelah aku memutuskan cukup memaki-makinya, membalikkan badan, dan berlalu. Pasti dia pikir aku berhenti karena ancamannya itu. Seperti dia mengira aku akan menerima semua alasannya yang tidak masuk akal. Biar saja. Buang-buang waktu dan tenaga kalau diterus-teruskan bicara dengannya. Dia tidak cukup cerdas untuk beradu bahasa. Lihat saja! Dia ingin coba membalas memaki tapi tanggung benar.
Aku mendesah dan menutup pintu sampai suara berdebam. Aku tidak percaya, kenapa perempuan itu begitu bodoh dan naif? 
***
Lelaki itu terus menerorku. Kali ini tingkahnya makin gila, dia menghadangku ketika aku keluar dari rumah. Dia bilang istrinya menghilang. Wah, kenapa dia terlihat bahagia ketika memberitahukan kabar itu? Aku membiarkannya masuk ke rumah.
BUK! Kraaak!
Suara hantaman benda tumbul yang diayunkan sekeras mungkin, mengenai tempurung kepala dan menghasilkan suara gemeretak kencang. Seperti suara triplek yang jebol karena satu hantaman keras. Lumuran darah pada ujung kunci Inggris besar itu tampak mengerikan. Bau amis menguar. Suara erangan mengudara.
Aku meraba tempurung kepalaku dan menjerit. Tidak ada yang datang. Tidak ada. Sudah kuduga. Tidak ada yang peduli denganku di sini. Semua orang pikir aku gila. Kunci Inggris kembali diayunkan. Suara Kraaak yang jauh lebih keras dari sebelumnya. Seluruh tubuhku terasa ngilu dan mati rasa.
***
Suara kran yang sangat keras membasuh tubuh di dalam bathtube. Cairan merah mengalir mengambang seiring air yang menggenang. Tubuh yang tergeletak lemas dan sekarat. Namun aku tahu masih ada kesadaran yang tersisa.
Ketika temperatur air semakin tinggi dan uap panasnya mengelupas kulit…
Suara jeritan yang teredam oleh rasa sakit itu sendiri…
Ibu, seperti itu rasa sakitku… seperti itu…
***
Perempuan itu masih di dapur seperti beberapa hari yang lalu,  dengan tangan terikat di belakang punggung dan mata yang penuh bara. Aku berjalan melewatinya dan mengambil botol garam.
“Suamiku akan datang, dasar pelacur kecil! Sudah pasti kau yang menggodanya terlebih dahulu! Mana mungkin dia memperkosamu!”
Aku tersenyum. “Ibu, laki-laki itu… sudah matang. Mau kaldu yang sedikit asin?” aku mengangkat botol garam.
Ibuku terdiam dan menelan ludah.
 “Ibu, kalau kau saja tidak percaya padaku, aku harus bagaimana?”

***
(391 kata)

Follower