TENTANG SI CHIMER

Friday, December 7, 2012

MASIHKAH


Rinai membelah langit. Hadirkan rintik menggelitik.
Adakah di sana kau bertanya?
Masihkah kau memandang hujan yang sama?
Ingatkah saat kita basah bersama?
Dalam tawa.
Berdiri berhadapan.
Saling bertatapan.
Dalam gigil namaku kaupanggil.
Masihkah kau ingat nama itu?

rain lights
pict from visualizeUs


Annesya

8 comments:

  1. menarik. bahasa simbol ini masih misterius buat saya. terutama saat ada ilustrasi lampu bohlam tiga buah di situ. nanti, saya harus memahami lagi apa nih maksud puisi di atas. menantang

    ReplyDelete
  2. Musim hujan, para blogger tak hentinya berkidung ria namamu. :D
    Puisinya sejuk mbak, bikin kangen doi ajaah. :D

    ReplyDelete
  3. Nice poem!
    mengingatkanku kepada seseorang waktu hujan2an bareng nih! huhu(ʃ˘̩̩̩з˘̩̩̩ƪ)

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower