TENTANG SI CHIMER

Tuesday, August 14, 2012

ORANG YANG TERJEPIT DI TENGAH

pict from VisualizeUs

Orang yang paling menderita di dunia ini bukanlah orang yang hidupnya sangat sulit. Ialah mereka orang yang terjepit di tengah. Mereka hidup dengan mengetahui banyak orang yang hidupnya jauh lebih baik dari mereka.

Sementara orang yang sedari awal hidupnya sudah menderita, seringkali tidak menyadari betapa menderitanya mereka. Sampai mereka diberitahu, jutaan orang hidup lebih baik dari mereka. Mereka hidup bahagia dalam rasa sakit. Terlahir menderita mati tak berubah. Menjalani hidup dalam ketidaktahuan. Ikhlas apa adanya.

Orang yang sedari awal hidupnya sangat mudah dan bahagia, seringkali tidak menyadari betapa beruntungnya mereka. Dari awal mereka sudah dibiasakan dengan kemudahan, mereka tidak bisa merasakan bagaimana rasanya menggapai, berusaha. Terlahir dengan kemudahan, matipun demikian. Tidak ada gejolak. Congkak dalam ketidaktahuan.

Orang yang paling menderita di dunia ini adalah orang yang terjepit di tengah-tengah. Menyadari penderitaan mereka. Menyadari ada batas yang tidak bisa diraih. Hidup demi mimpi, mati pun masih bermimpi.

Orang yang terjepit di tengah, adalah orang yang paling memahami apa arti menderita dan bahagia sesungguhnya. Mereka mengetahui banyak hal untuk bermimpi, terluka, dan mensyukuri yang mereka miliki.

Dan sebenarnya… beruntung dan menderita adalah masalah sudut pandang.

Annesya

18 comments:

  1. iya, "sawang sinawang" kalo kata orang jawa. masalah perspektif. dimanapun kita, yang pasti harus bersyukur. aahh indahnya bersyukur.

    ReplyDelete
  2. itulah yang disebut galau... hidup di tengah.. gag berani ambil keputusan buat masuk atau bahkan sama sekali gag berani buat ninggalin :(

    Indonesian Strong from Home

    ReplyDelete
  3. Terkadang terlalu banyak memahami itu membuat kita terlalu banyak menuntut dan terlalu banyak pertimbagan ya?, dan justru itu lah yang membuat kita sulit untuk memulai langkah.

    Saya jamin paragraf terakhir akan membekas dipikiran saya :)

    ReplyDelete
  4. terkadang saya merasa bahwa saya sering terjepit di tengah mbak.. hehe:')

    ReplyDelete
  5. yang penting kita harus selalu mempertahankan pikiran positif di dalam diri. :)

    ReplyDelete
  6. harus pinter2 bersyukur ya jadi Mba..
    btw, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya Mbaa.. :)

    ReplyDelete
  7. Terjepit itu memang tidak enak .. tapi, kadang, sebuah ide brilian bisa muncul saat terjepit ..

    ReplyDelete
  8. tidak terlalu mengerti jika berbicara tentang perspektif, menyimak saja saya mah

    ReplyDelete
  9. yups ..saya setuju sekali...semua masalah kehidupan di dunia, itu tergantung bagaimana cara kita memandangnya

    ReplyDelete
  10. aq org yg terjepit ditengah itu..beruntungnya aq masih bs bersyukur aq bahagia...thanks sudah mengingatkan Nes...nice ppost..inspire people bgt ;)

    ReplyDelete
  11. nesya termasuk orang mana? tengahkah?

    ReplyDelete
  12. perspektif itu emang sangat berpengauh ya. mari belajar bersyukur :)

    ReplyDelete
  13. makasih buat kunjungan baliknya ya mbak neesya. selamat idul fitri 1433 H mbak :)
    mudah2n gak kejepit lagi mbak :)

    ReplyDelete
  14. Taqaballahu Minna' Waminkum An ...
    Minal aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Bathin yah. ^ ^

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower