TENTANG SI CHIMER

Monday, July 16, 2012

PERCIKAN #3

Adalah menyedihkan jika jarak mungkin adalah penyelesaikan terbaik atas segala rasa sakit yang ada. Ketika bentangan menjadi kabut atas kenyataan yang dipilih untuk dilupakan, tanpa pernah terselesaikan, tanpa perlu diakhiri. Keberadaan yang ditiadakan.

Saya tidak ingin mati. Saya hanya ingin menjadi “tidak ada”. Akan sangat baik jika tak seorang pun mengetahui bahwa pernah ada seseorang yaitu saya. Akan lebih baik jika saya tidak perlu dilahirkan dari awal. Dengan demikian saya bisa menghindar dari luka yang saya guratkan pada orang-orang yang saya sayangi. Dengan demikian saya tidak perlu tersiksa oleh sikap saya sendiri.

Tapi Tuhan punya keinginan lain. Ia menghidupkan saya, mungkin untuk menyiksa saya ketika saya menyiksa orang-orang yang saya sayangi. Ia biarkan saya menghancurkan. Ia biarkan saya merasa lega dengan menjadi monster. Ia membiarkan saya hidup yang mana Ia biarkan saya memilih: terhancurkan atau menghancurkan. Dan saya di sini, tersiksa oleh keberadaan saya sendiri.

Di sudut saya tersiksa, ketika bahkan dengan menjadi monster, saya tidak merasa bersalah. Saya tersiksa, ketika menghancurkan, saya merasa tidak perlu meminta maaf. Saya tersiksa, ketika perlahan bagian manusia saya terhempas dengan kata harus kuat dan harus tegar. Saya tersiksa pada rancangan masa depan yang tidak mengizinkan hati saya mengasihani diri sendiri.

I hate that I let you down, and I feel so bad about it.
I guess karma comes back around cause now I'm the one that hurting.
I hate that i made you think, that the trust we had is broken.
Don't tell me you can't forgive me cause nobody's perfect.
-- Jessie J, Nobody's perfect


papaver - somniferum
pict from here


Annesya

Follower