TENTANG SI CHIMER

Sunday, June 3, 2012

SAJAK TANPA AKHIR

dalam benakku kamu secuil kisah yang kuuntai bersama waktu yang berujung pada masa di mana kita bersama dalam rasa yang sama yang kini berbeda entah di mana dan ke mana hilang dan perginya sementara kakiku telah terlalu lelah mencari dan mendamba harap yang menipis terkikis rinai hujan dan detak jam di dinding ruang sunyi kini kosong terisi mengiris hati diri sendiri yang terpaku dalam masa lalu akankah berlalu atau tetap memerangkap kita di sini tak bergerak ke manapun kapanpun ini menyakitkan kalau saja kamu tidak pernah hadir dalam hidupku kalau saja hidupmu tidak pernah hidup dalam hidupku kalau saja hidupku tak pernah hidup dalam hidup semesta tak kan begini jadinya kan harusnya orang-orang jenius menciptakan mesin waktu sebab tak mungkin merubah hati pada kemana orang-orang jenius yang menggunakan sebelas persen dari kemampuan otaknya yang dalam penemuannya mengubah hidup banyak orang tentu saja selain aku yang tak seorang pun mampu mengubah selain kamu yang mungkin tidak menyadari betapa jeniusnya dirimu dibandingkan teori evolusi milik Darwin dan penemuan hebat Albert Einstein atau seberapa kuatnya kamu menjungkirbalikkan hidupku melebihi kekuatan alam semesta yang mampu membunuh semua makhluknya terkecuali aku maksudku ada apa dengan gunung merapi dan gempa bumi yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya tak terpikirkah mereka untuk menghabiskan nafas terakhir seorang sepertiku ada apa dengan alam pikiranku yang hanya berotasi dan berevolusi sementara kamulah poros dari semestaku yang hilang tak berbekas seakan selama ini hidupku adalah jalinan mimpi dalam otak seseorang yang tertidur dalam koma yang tak terbangunkan dan aku harus menemukan orang itu dan memintanya untuk tak lagi tertidur kalau tidak ia akan jatuh tersihir oleh mimpi yang sama yang mana menyebabkan eksistensiku menjadi sedemikian menderita dan merana dalam atmosfir keabadian tiada akhir dari sebuah cerita tanpa mula

2 comments:

  1. gak ada titiknya, bener2 sajak yg belum berakhir :)

    ReplyDelete
  2. lha kalo gak ada akhir capek bacanya mbak hehehe
    salam kenal...

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower