TENTANG SI CHIMER

Saturday, May 19, 2012

TIGA HARI ADALAH JAWABAN

Di Indramayu adalah dimensi yang berbeda. Adalah dunia yang kini tidak saya mengerti lagi, nyata dan mayanya. Tiga hari di Indramayu adalah relativitas waktu yang tertahan dan berjalan sangat lambat. Terisolasi dari dunia luar, dibiasakan dengan pengerdilan, dan hidup dalam ketidaklayakan.

Tiga hari di Indramayu adalah jawaban.

Suatu ketika saya menatap layar televisi dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimana rasanya mogok kerja?

Suatu hari saya mengomel di depan layar televisi, kenapa pula para TKW itu tidak pulang padahal di sana sudah pasti tak ada masa depan? Larilah! Bodoh!

At the center of your being you have the answer you know who you are and you know what you want.
http://vi.sualize.us/view/3cf212d444b5b4edb46bddf5a2476fe4/

Mogok kerja adalah suatu pernyataan ketidak berdayaan. Adalah satu-satunya cara tersisa untuk meminta hak yang semestinya didapatkan. Adalah pilihan terakhir dalam minimnya kemungkinan.

Dan para wanita berhadapan dengan egonya sendiri dan rasa malu. Teman-teman saya yang memilih tinggal di Indramayu tidak mampu menghadapi rasa malu mereka. Mereka sudah kehabisan uang untuk kembali pulang. Dan mereka juga kehabisan harga diri untuk bertemu dengan ayah-ibu mereka, suami, anak, dan keluarga lainnya. Mereka tidak perlu masa depan. Mereka hanya perlu harga diri mereka kembali. Dan untuk itu mereka tinggal.

Saya harus terus menulis, sebelum waktu mengubur masa kelam ini dan menjadikannya seolah tidak nyata. Saya harus membayar tiga hari kebungkaman saya dengan tulisan. Saya harus terus mengingat. Bahwa tiga hari itu… NYATA.

Saya masih terus berhubungan dengan teman-teman saya di Indramayu. Kabar terkini yang saya dapatkan… Citra dan Ica (yang sudah berkeluarga dan memiliki anak) mengusahakan pulang ke Malang. Roni, cowok dari kloter Malang, juga pulang. Tersisa tiga di sana, Yorda, Lilis, dan Cahya. Mereka masih mengharapkan janji kedatangan Khomar di Mess. Yang mana saya pesimis, saya tidak yakin mereka akan mendapatkan hak mereka.

Semoga mereka baik-baik saja. Amin.

Salam,

Annesya

4 comments:

  1. agk bingung dngn koomentar "tanda titik..."
    in my blog...

    dan... tapi...
    akhirnya qu ngerti juga...
    bgini bukn maksud ny sist?
    heheheeee

    thnks ya...
    :D

    ReplyDelete
  2. aku ke solo nes, bukan dibayarin tapi diutangin.. hha

    btw aku ini antara seneng tp prihatin jg,, seneng soalnya kamu jadi banyak nulis kalau lg stres gini,, prihatin sama nasib temen2 km yang tersisa, apa mereka gak tambah disuruh kerja paksa ya kalo personilnya tinggal sedikit?

    kalo kamu sih, kan katanya kamu masokis ya? tetep seneng meskipun biarpun disakiti.. jd aku ngapokin kamu aja, biar kamu seneng, hahaha.. peace love and gaol

    ReplyDelete
  3. semoga mereka mendapatkan apa yg mereka tunggu dan usahakan...
    :)

    ReplyDelete
  4. yah menulislah krn itu salah satu obat terbaik melepas semua keresahan hati :) Semoga segera dapat gawean yg lebih baik ya....amiiiiin

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower