TENTANG SI CHIMER

Wednesday, May 30, 2012

TERJEBAK

“Jobseeker itu susah ya… perjuangan banget!” teman saya itu mengeluh. Gris namanya. Cewek dengan pipi chubby itu baru saja maju sidang skripsi minggu lalu dan sedang mengurus yudisium. Sambil nganggur-nganggur dia berbaik mengantar dan membuntuti saya melalangbuana ke jobfair Gramedia Expo.

“Iyalah. Enak an mereka yang punya modal terus bikin usaha kaya Varian,” saya makan es campur saya dengan ganas. Dan mengingat beberapa teman saya lainnya yang beruntung, memiliki modal untuk berwiraswasta. “Indry juga buka warung, Ucha juga. Kalau aku punya uang aku juga mau wiraswasta ah!”

“Hahaha. Iyo. Pinjem uang di bank. Jaminane omahmu yoh!”

“Hahahaha… aku nggak nduwe omah. Menurutmu?”

“Hahahaha…,” kami tertawa bersamaan. Di warung Jus Jumbo di sebelah Togamas dengan keringat bercucuran dan tubuh bau asap motor.

“Wes… ojo pinter-pinter kamu Gris, mundhak ra payu!” aku menyindir Gris dan juga diri sendiri.

“Iyo e. Yaopo iki aku. Gebetanku ngomong jarene dia ga suka cewek yang lebih pintar dari dia. Lha piye seh! Harusnya kan cari cewek kudu yang pinter biar bisa saling memahami satu sama lain terus punya anak sing pinter-pinter sisan. Ah!”

“Iyalah. Kita ini cewek bentukan modernitas yang terjebak di sistem konvensional. Kita tumbuh berkembang tapi lingkungan kita belum siap. Kebanyakan laki-laki masih menganggap status purba macam itu masih penting. Padahal kan hubungan itu intinya kan permainan ego, gimana kita pinter-pinternya ngatur ego masing-masing biar ga saling menyakiti toh? Mbok, omonganku keren.”

“Iyo, betul! Terus iki yak opo? Aku kudu lapo? Mosok aku jomblo terus? Padahal aku suka diaaaa huhuhu...,”

“Yo embuh. Ngelu aku. Hahaha…,”

Dan pembicaraan kami terus mengalir tanpa tahu akan kemana ujungnya... 

day forty two - trapped [Explored FP]
pict from VisualizeUs


Kita semua terjebak sistem. Sistem yang dibuat oleh pendahulu kita, mereka yang menang dalam arus. Mereka yang mewakili mayoritas, dengan mengabaikan keminoritasan.

Annesya

8 comments:

  1. wes temenan aku melok emboh pisan ae wes wkwkwkwkw
    btw tetap dungakno kok, moga cepet dapat gawe yg diinginkan..amiiiiin

    ReplyDelete
  2. Dimulai dr jobsekeer..kemudian jomblo [oadahal suka dia]..eh..nyambungnya terjebak sistem...aku melu bingung dadine Non

    ReplyDelete
  3. Saya juga capek jadi jobseeker, hidup tidak jelas dan tidak pasti! Huft. Coba punya duit banyak, mau juga itu aku wiraswasta :(

    ReplyDelete
  4. wis tembak ae, ga usah ngeteni dee... ndang gendaan ngono loh. heheh, soroboyo rek, dadi kangen aku.
    sampean arek ndi, aku mbien tau nang sukolilo.

    btw itu ibnya satu akun ya sist? ane liat di blog ente yang lain alexanya masih 13 atau 10 jutaan ko uda muncul juga. jangan jangan pake id ibn yang sama ya? ga papa emang, ga takut kenapa napa?

    soalnya ane pake ibn juga, ane kasih ke blog satunya lagi. ga dapet iklan e, kanyanya emang untuk satu blog aja, klo di daftarin blog lain, jadinya ga ada iklan.. sepi.. hehe.

    trus kalau boleh saran nie, yang di munculin di bloger itu satu blog aja, orang suka susah mau nyari mana yang blog utama, ntar berbalas ke blog yang lain, ga di tangepin lagi. jadi satu aja menrutuku yang di tampilin. orang jadi ga bingung.. ok,

    saran aja sekaligus pertanyaan. ok

    ReplyDelete
  5. Kenapa nggak ada terjemahannya sih? Kesian orang yang nggak ngerti bahasa Jawa :D

    ReplyDelete
  6. HUaaa...commentku semalam gak ada di sini..

    Mulai dr job seeker, kemudian jomblo [padahal suka dia] trs terjebak dalam sistem kayak ikan dala mini akuarium gitu ya...#ikut bingung waelah

    ReplyDelete
  7. Ia jadi wiraswasta kayaknya enak ya ^^ tapi ribet juga di tahun-tahun pertamanya!
    Lah purba bener cowoknya temen mbak u.u Tinggalin aja!

    ReplyDelete
  8. ya emang susah cari kerja. saya pernah alami itu, An. hiks.....tapi harus tetep semangat ya...btw, mau dong steak murahnya..kalo jakarta mah mahal semua

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower