TENTANG SI CHIMER

Wednesday, May 23, 2012

DEMIKIAN AKU

chuva de verão - novo ~ Lucem on deviantART
pict from VisualizeUs

Angin tak pernah mengeluh, menghempas debu kotor jalanan
hujan tak pernah lalai, dalam rinai syahdu pun teruntai
dawai
damai
Bumi enggan mengaduh,
barangkali sudah jengah diinjak dan diludah.

Barangkali demikian aku,
Dalam rindu yang kuku terendap waktu akhirnya membeku.

6 comments:

  1. angin dan bumipun bisa mengadu...
    berupa topan dan beragam bencana...

    seprti itu juga dirimu...
    jika terus diam membeku.

    #oot : rumah panti tidak boleh dipakai lagi oleh anaknya yg punya rumah :(

    ReplyDelete
  2. Bahkan daun yang jatuh pun rindu pada angin yang menerbangkannya...

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower