TENTANG SI CHIMER

Tuesday, April 10, 2012

IBU

Ibu selalu menunggu kepulanganku dari kantor. Kadang walau lembur sekalipun ibu tetap menunggu. Ia tidak akan menyentuh makan malamnya sampai aku datang. Ia tidak mempedulikan perutnya yang lapar. Ibu… sangat menyayangiku.

Malam ini aku bilang aku pulang malam. Rapat. Lembur. Yang sebenarnya adalah bohong karena ini malam minggu. Aku harus datang ke rumah Erina. Dia kekasihku. Tapi ibu tidak suka dengannya. Ibu bilang ibu akan bunuh diri kalau aku sampai menikahi Erina.

Setelah mengantar Erina pulang, aku mengendarai mobilku dengan hati suram. Aku ingin tidak pulang. Tapi kalau aku tidak pulang, ibu tidak akan makan. Dan itu sungguh terjadi ketika aku ada pekerjaan di luar kota selama tiga hari. Ibu menolak makan, ibu terkapar di kasurnya. Bi Inem tidak berdaya membujuk ibuku. Ibu sampai harus dilarikan ke rumah sakit.

Dokter bilang ibu harus selalu kuperhatikan. Harus selalu kuturuti kemauannya. Apapun yang ia mau harus kuberikan. Sebab kalau tidak, ibu akan melakukan hal-hal nekat. Ancamannya tidak pernah serupa gertak sambal. Kepergian ayah sama sekali tidak merubah kebiasaan ibu; untuk menunggu ayah pulang dan untuk memaksa ayah tidur di rumah. Ibu menolak untuk menerima kepergian ayah setahun yang lalu. Dalam dunia ibu, ayah masih hidup.

Aku pulang. Ibu menymbutku dengan gembira. Ia memelukku dan mencium keningku. Dia mengajakku makan malam bersama. Kemudian ibu mengusir bi Inem pergi. Ibu tersenyum padaku. Perasaanku tidak enak.

“Malam ini, tidur denganku kan?” Ibu tersenyum genit.

Aku menelan ludah.

“Kalau enggak, aku bakal memusukkan pisau ke dadaku!” ibu mengancam. Pisau yang sebelumnya digunakan untuk memotong daging kini tepat di depan dadanya.

Aku mengangguk. Kaku. Seperti robot.

“Suamiku yang baik! Aku mencintaimu!”

Dalam dunia ibu, ayah tidak pernah mati. Dalam dunia ibu, ayah itu… AKU.

pict from VisualizeUs

***


13 comments:

  1. Duuuuh. T_T Serem gitu bacanya. Huhuuu.

    Btw, buku LENKA musti beli di komunitas sastra karena dari toko buku belum didistribusikan lagi. Atau, kalau ambil studi filsafat atau sastra, biasanya ada booth di kampus yang jual.

    ReplyDelete
  2. selalu ada kejutan di akhir ceritamu.. ciri khas km bgt ya.. klo kejutannya di awal bs gak?? *nantang* :p

    ReplyDelete
  3. haduh, Nes. ngeri aku mbayangne dadi 'Aku' :D

    ReplyDelete
  4. Ini beneran sob. Sampai senekat itukah ibumu. Menuruti kemauan ibu, apalagi itu adalah bentuk rasa kasih sayangnya ibu terhadap anak, mesti di turuti sob. Tunjukkan rasa baktimu itu.
    Cuma tindakan nekat ibumu itu sudah di ambang batas kewajaran.

    ReplyDelete
  5. Tadi aku baca komentarnya sobat di blogku, katanya komentarnya hilang, komentar yang mana yah? soalnya beberapa komentar ada yang masuk di spam oleh blogger tapi semuanya dah aku kembalikan kok

    ReplyDelete
  6. a malah berbicara dengan ibu seminggu paling banyak dua kali,,sabtu ma minggu...
    :P

    ReplyDelete
  7. emang agak serem sih...
    tapi idenya keren... aku suka... ^_^

    ReplyDelete
  8. emang agak serem sih...
    tapi idenya keren... aku suka ^_^

    ReplyDelete
  9. ini... tentang.. poligami?? :D

    ReplyDelete
  10. wow..... mbak, cuma bisa bilang wow. hahahaha, sumpah keren.

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower