TENTANG SI CHIMER

Friday, March 30, 2012

TANGISAN BAYI

Aku tidak bisa memejamkan mata. Ramai. Berisik. Ada apa dengan orang-orang ini? Brengsek! Ga tahu apa ini waktuku buat tidur?! Oh ada penghuni baru di sebelah. Seorang anak kecil. Bukan, bayi. Bayi yang masih sangat merah. Menangis, menjerit-jerit seperti kesetanan. Kenapa? Haus? Lapar? Ah nanti petang saja kujenguk bayi itu.
***
Malam hari kuketuk pintu rumah mereka. Ibu anak itu yang membukakan pintu, wajahnya pucat. Dia menutup pintu itu lagi setelah aku masuk. Jeritan bayi itu di pagi hari, sudah berganti desahan mengerikan. Aku mendekati boks bayi dan menemukan bayi itu sudah kehabisan nafas. Wajahnya memerah, kelelahan menjerit seharian. Bibir bayi itu kering. Ia tidak makan apapun seharian. Kulirik ibunya yang kembali masuk kamar dan tidur. Seakan bayi ini bukan anaknya.

Kugendong bayi itu perlahan. Ia kelihatan ketakutan melihatku. Mungkin karena aku asing baginya. Bayi itu menangis tersedak. Aku mendekapnya, mengelus punggung kecilnya.

“Hush… hush… diam… cantik… kamu lapar?”

Tangan kecilnya meremas gumpalan rambutku seakan meminta pertolongan. Kepala kecilnya menemukan apa yang dicarinya dan mulai menyusu. Makhluk mungil itu kelaparan sekali. Ia terus menyusu padaku. Kasihan sekali. Aku menimangnya dengan penuh kasih.

Pintu tiba-tiba terbuka, seorang laki-laki tengah baya, menatap bayinya yang mengambang dengan mulut menganga. Ia menunjuk-nunjuk udara. Suaranya terbata. Bayinya mengambang di udara bersama makhluk astral.

“G-g-genderuwoooo!! Toloooongg!!!!” ayah anak yang sedang kugendong itu lari tunggang langgang. 

Goblok... aku bukan genderuwo. Aku Kuntilanak.

Dacs2
pict from here
***

FF nganggur-nganggur sebelum berangkat mandi. Heehee...


Salam dan peluk,

26 comments:

  1. kok sampe ke kuntlanak dan gendruwo segala sih? jadi ngeri :D

    ReplyDelete
  2. Pertamanya serius banget neh bakal jadi short story..lha kok berubah jadi Genderuwooo...#lariii

    ReplyDelete
  3. kukira aku yang berperan jadi bayinya hihihihihi

    ReplyDelete
  4. pantesan ibunya pucet..
    seru-seru..

    ReplyDelete
  5. judulnya sih serius pas mau ending jadi buyar deh ketegengan'a karena ada KUNTI,kaburrrrrrrrr

    ReplyDelete
  6. astaga... jd nggak pengen nyusu sama mbak annesya deh... hehehe :P

    ReplyDelete
  7. ending yang mengejutkan...membayangkan seandainya aku ayah sang bayi..entah apa yang akan kuteriakkan :)

    ReplyDelete
  8. hwahahahahahaha..... aku udah hampir ketakutan, lah kok si bapak salah nyebut. jadinya malah ketawa, ihiiyyy..... lagi asyik ngebuat FF nih....

    ReplyDelete
  9. hmmmmmmmmmmmmmmmm... happy blogging dah :D

    ReplyDelete
  10. kunti aja masih ada rasa peduli yak.. kenalan dong ma kuntinya #plaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenalkan... nama saya kunti annesya...

      Delete
  11. epong ceyamat wicudaaa yaaaaa...... huhu mak bingung kan kau sudah lulus lama jadi ngapa mak ngucapin met wicuda... uangmu kan jadi hilang hehehek

    ceyamat poto2 pake toga deh yaaa... kau gak ada di gtalk hemmm mak juga gak bisa macuk sih... hh entah deh hehehe :D

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower