TENTANG SI CHIMER

Friday, December 30, 2011

RENGKUH


pict from VisualizeUs


Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang, 
demikian tangis ini.

Peluk aku sebisamu.
Sebagaimana pasir pantai yang membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.
Selagi bisa kita menderak jarak.
Menjadikannya serupa bisik serak.

Koyaklah waktu!
Jadikan ini milikmu!
Rengkuh…
Seharusnya ini milikmu.
Seandainya kamu tahu!

Bodohnya kamu…


7 comments:

  1. iya aku juga mengakui kalau aku memang bodoh #eh

    ReplyDelete
  2. tulisan yang teladdd beuuudddhhh

    aku sudah lama merengkuhmu
    tapi kau terus 'nyingkuri' aku.



    ttd,
    emak cakep yang mayak

    ReplyDelete
  3. ya bilang aja terusterang sm co itu kamu minta direngkuh, dipeluk, diuyel2...

    yaelah nes, hari gini masih jaim aja!
    hihihi

    :P

    ReplyDelete
  4. bodohnya kamu tuh untuk siapa>?
    ahahahaha

    ReplyDelete
  5. gak ikutan ah...#langkah 10000000000...000

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower