TENTANG SI CHIMER

Thursday, November 3, 2011

TUTORIAL MENULIS NOVEL BAGI PEMULA


Entah kenapa tiba-tiba saya pingin posting tentang bagaimana menulis sebuah novel. Iya, tahu saya kurang mumpuni dalam perihal ini. Wong novel saya aja masih satu. Tapi tenang saja, masalah naskah ditolak saya pakarnya. Heran, kenapa saya kelihatan bangga ya kebanyakan ditolak? Hehe... *ketawaGila*

Lebih takutnya lagi, kalau novel saya sudah banyak saya malah ga sempat bikin tutorial dan sok sibuk. Lebih seramnya lagi, saya jadi sombong trus ga peduli sama yang lain. Itu mengerikan.

Nah selesai basa-basinya dan mari mulai tutorialnya for dummies (patut dicatat : ini untuk pemula):

Pertama, baca buku-buku dengan tema dan genre yang sesuai dengan tipe tulisanmu. Apa itu genre? Itu adalah pemisahan jenis cerita. Genre yang umum adalah teenlit (cerita remaja), chicklit (lajang), metropop (lifestyle), thriller (cerita horror, psikopat), dan horror (biasanya mistis), comedy, dll. Ini adalah masa pemanasan yang sangat penting. Sebab kamu perlu bekal rangkaian kata dan kalimat ketika menulis. Jangan lupakan EYD dan juga letak tanda baca. Perhatikan dengan detail sebab editor setiap harinya memiliki tumpukan naskah yang harus diseleksi. Kalau naskah kamu terlalu berantakan, dia bisa ilfil seketika.

Kedua, novel pertamamu sebaiknya apa yang kamu kuasai. Kehidupan sehari-hari, kisah cinta, atau apapun yang tidak terlalu rumit. Sebab kalau kamu menginginkan sesuatu yang rumit di awal, kamu bisa kesulitan melakukan observasi. Saya misalnya, saya punya naskah yang rumit dan sampai dua tahun naskah itu masih teronggok di laptop (padahal sudah jadi) sebab  saya belum yakin benar dengan observasi yang saya lakukan. Saya menyarankan novel pertama kamu adalah peretas produktivitasmu, novel selanjutnya silahkan tentukan langkah Anda.

Lanjut ke langkah ketiga, bayangkan satu adegan cerita seperti dalam film. Bayangkan dari awal sampai akhir, beserta adegan-adegannya. Kalau perlu kamu catat potongan-potongan adegan sebagaimana saya menulis draft novel di blog. Nanti ketika adegan tersebut muncul, kamu bisa langsung copas dari blogmu. Langkah ini penting menurut saya, ceritamu harus matang. Tokohmu juga. Jangan sampai tokoh X ga ada di awal, eh… di ending tokoh X muncul sebagai penentu cerita. Yang baca bisa krik krik dan mikir… eh? Ngapain nih sih X muncul gitu aja? Gatau malu… ga ada yang ngundang…

Langkat keempat, adalah penentuan karakter tokoh. Karakter tokoh ini penentu jalinan ceritamu. Kalau karakter dalam novelmu kuat, maka plot (jalan cerita) akan mengena di hati pembaca. Deskripsikan tokoh-tokohmu secara mendetail, kebiasannya, bentuk fisik, kemampuan, bahkan kekurangan. Bayangkan saja kalau kita menonton film dan pemeran utamanya mati, kita ikutan… ya kok mati?. Itu karena tokoh tersebut kuat. Kalau yang mati orang ga jelas, kita palingan cuma… errr, siapa ya? 

Nah, kalau bekal, alur cerita, dan tokoh sudah ditentukan, sudah dibayangkan, kamu bisa mulai menulis. Yang perlu diperhatikan adalah… segera perkenalkan tokoh utama novelmu ke pembaca. Semakin cepat kamu memperkenalkan mereka, semakin pembaca simpatik dengan sang tokoh utama.

Lalu hindari klise awal tulisan novel. Lakukan gebrakan di awal cerita. Editor bisa menilai naskah klise sekali lihat dan menyingkirkannya begitu saja. Awal cerita adalah waktumu merayu pembaca untuk penasaran. Jangan biarkan mereka melepas novelmu di awal membukanya. Kalau perlu kuatkan dengan adegan pembuka yang fantastis, misal: adegan kecelakaan, adegan bunuh diri, adegan putus, adegan jatuh dari gedung, adegan ciuman, dan adegan mandi seru lainnya. Sebaiknya gunakan alur cepat di awal penulisan supaya pembaca merasa terkejar membaca kelanjutannya.

Kesulitan penulisan rata-rata adalah di awal halaman 20 setelah itu akan mengalir begitu saja. Dan seringnya, saking mengalirnya, penulis pemula (seperti saya) kebingungan mengakhiri. Dan terciptalah novel sesi sinetron Cinta Fitri season7. Jadi saya sarankan ketika menulis utamakan menulis adegan inti yang berpengaruh dengan inti/ keseluruhan cerita. Adegan-adegan sampingan ga penting bisa disisipkan nanti-nanti. Kalau saya, berikut rincian pembagian halaman:

- 50 halaman pertama adalah penguatan karakter. Yah, bagi saya karakter sangat penting. Kalau karakter nggak hidup, gimana pembaca bakal suka sama ceritanya? Saya menjelaskan karakter satu per satu melalui narasi dan adegan yang mengarah ke inti permasalahan.
- 20 halaman selanjutnya adalah masa memasuki permasalahan cerita.
Pada halaman 70-90, saya menceritakan klimaks (puncak cerita) ketika semua masalah datang bertubi-tubi.
- Sisanya sampai halaman 110an saya melakukan penutupan dengan ending dengan twist yang memikat. Penutupan adalah penyelesaian masalah sekaligus kamu menyampaikan apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan dalam cerita yang kamu tulis. Tulislah semenawan mungkin.

Bagi penulis pemula, novel diketik ukuran A4, Times New Roman 12pt, 100-150 halaman (Panduan ukuran kertas, font, dan jumlah halaman kadang berbeda sesuai penerbitnya tapi yang penting tulis dulu, nanti baru sesuaikan di akhir sesuai penerbit yang dituju). Pergunakan halaman sebaik-baiknya ketika menulis. Jangan sampai keasyikan menuliskan adegan ga penting hingga cerita mbleber ke mana-mana.

Itu aja sih pesan saya…

Kalau ada yang mau tanya, silahkan tinggalkan komen di kotak komentar. InsyaAllah saya jawab sebisa mungkin.

Salam merdeka. HIDUP ATOE MATI!!!

65 comments:

  1. trimakasih tipsnya. aku juga masih belajar menulis dan mengirimnya ke media :)

    ReplyDelete
  2. wahh asik nih tipsnya teh
    #bighug HAHA ^^

    ReplyDelete
  3. wahh tips yg ditunggu-tunggu.
    Bikin awalan emang susah banget yah. Ga cerpen ga novel bikin paragraf awa saja bisa berjam jam #lebay

    ReplyDelete
  4. Makasih ya Tante..bentar mau dicerna dulu..

    ReplyDelete
  5. masih panjang... -__-
    mikirin tugas dulu ah.daripada tambah sakit kepala sama novel.ahahha

    ReplyDelete
  6. Kalau kisah cinta pun ga dikuasai gimana mbak? Xixi~

    ReplyDelete
  7. cilfi: semangat ya cilfi :)

    asep: sama-sama... :)

    ReplyDelete
  8. aje: mengawali sesuatu memang sulit, sebagaimana mengakhirinya. *eeeaaa

    rian: dikasih saos biar lebih gurih ya nak

    ReplyDelete
  9. Uchank: iyalah... aku berhenti bikin novel demi skripsing... :)

    una: yang tabah ya nak Una. Semua indah pada waktunya :3

    ReplyDelete
  10. annes, sheno mau dong novel kamu :D beli dimana? suggest ya. ohya nice tips, pasti sangat berguna bagi siapapun yang ingin menjadi novelis.

    ReplyDelete
  11. annesyaaa... bagus tutorialnya..
    mau kupraktekin, insyaAllah :) tengkyuu

    ReplyDelete
  12. Mantap tipsnya, ma kasih sharing tipsnya. Oia, sukses untuk skripsinya. Mau kok kalau di undang acara graduation'nya *LOL*

    ReplyDelete
  13. tante, tante, tante, kapan bisa ngobrol panjang mbahas hal ini lagi, nagih nih XD

    ReplyDelete
  14. menulis tu gampang...
    tp menerbitkannya itu lho....
    :)

    ReplyDelete
  15. Nes, ajarin dong buat novel
    banyak sekali ide2 di otakku dan mulai kutuangkan di atas meja judi, ups salah, maksudnya di atas kertas, baru dua lembar kertas A4 udah mentok alur ceritanya, abis aku bingung pertama kali menulis cerita harus mulai darimana, isi blogmu udah aku kudek-kudek buat cari inspirasi, jalan2 di mbah google juga udah sampe mataku bosen, serius nich... :D

    ReplyDelete
  16. trima kasih buat tipsnyaa.. sangat membangun.

    disini cuma mau nanya, saya sangat sulit membuat pada bagian prolognya. terkadang sudah ada diotak, setelah buka laptop dan ingin menuliskannya, hilang sudah semua pemikiran it.
    sekiranya ada tips buat melawannya, tlg d jawab ya mbak.. trimakasih :')

    ReplyDelete
  17. mbak, bagaimana caranya untuk membuat pembukaan yang baik, yang menggambarkan pemeran utama, keadaan sekitar dan lain lain. pernah terfikir kreatifitasnya ada, tapi pas mau nulis, tiba" hilang idenya itu.
    jika ada tips buat menghilangkan kebiasaan it, mohon dijawab ya mbak :')

    ReplyDelete
  18. seep, gara2 nih artikel langsung jadi 2 bab...

    ReplyDelete
  19. gara2 nih artikel, langsung jadi 2 bab, tapi bio data karakter utamanya blm

    ReplyDelete
  20. makasih yo tips-tipsnya,sangat membantu sekali :D

    ReplyDelete
  21. memang dalam 50 halaman itu harus menceritakan karakternya semua ya?

    ReplyDelete
  22. my self and other story: ga selalu sih, itu cuma rumusan untuk memudahkan. kalau aku biasanya memasukkan konflik-konflik kecil dengan maksud membangun karakter tokoh-tokohnya :)

    ReplyDelete
  23. Mbak saya pnya beberapa ide...tapi bngung nentuin awal ceritanya...truz mengenai karakter tokoh paham maksudnya tapi pas mau ditulis sketika bngung...tau deh gmana..?!@( ̄- ̄)@

    ReplyDelete
  24. makasih tas tutornya,,luar biasa,,,

    ReplyDelete
  25. kak kalau emang mau ngirim naskah kita, caranya gimana ya?

    ReplyDelete
  26. Mbak, bikin kerangkanya gimana ? terus kira2 seberapa banyak % dialog yang ada di dalam sebuah Novel ?

    ReplyDelete
  27. mbak, sebenarnya aku mau baca sampe akhir tapi kenapa ya ditengah2 ini mata berkunang2 dan bergaris2, kayaknya efek dari backgroundnya yang hitam bergaris2 deh mbak. huhuhu kasian diriku yang bermata 4.

    ReplyDelete
  28. keren,,, tulisanku baru sebatas puisi, cerpen dan terakhir msh dalam taraf novelet... pas mulai di novel..oh bnyk halangannya :(

    ReplyDelete
  29. gimana yah kak cara mengirim tulisan ke penerbit?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kamu kepoin twitter dan medsos penerbit pasti kamu bakal tahu :)

      Delete
  30. Ending yg lebih seru itu, sedih atau senang kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang terpenting adalah proses menuju ending devi :)

      Delete
  31. Bagaimana cara membuat prolog yang menarik? Kira2 butuh berapa halaman?

    ReplyDelete
    Replies
    1. prolog sebaiknya mengandung hints masalah utama. nggak perlu banyak asalkan dikemas hingga bisa bikin penasaran :)

      Delete
  32. Mau tanya gan .setelah di ketik di ms.world terus dicetak gmana gn .??

    ReplyDelete
  33. Halo kak.. Maksudnya menguatkan karakter gimana contoh nya ya? Hehe

    ReplyDelete
  34. kak, gimana caranya menentukan latar? dengan cerita pengalaman sendiri kok rasanya agak sulit ya?

    ReplyDelete
  35. kak,gimana caranya buat nentuin latar dengan cerita pengalaman pribadi? terimakasih kak.

    ReplyDelete
  36. Mohon selalu bimbingan dan arahan nya ya.... kontak saya 5b730df4

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf harun saat ini saya sedang tidak membuka privat menulis novel :)

      Delete
  37. Mohon saran dan bimbingan . Saya sedang mengerjakan proyek dan baru belajar. 5b730df4 pin saya

    ReplyDelete
  38. Mohon saran dan bimbingan . Saya sedang mengerjakan proyek dan baru belajar. 5b730df4 pin saya

    ReplyDelete
  39. Ada gak aplikasi untuk buat sampul novel itu sendiri ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf saya tidak memiliki pengalaman mengenai design cover novel :)

      Delete
  40. Replies
    1. ada banyak penerbit bagus bisa dilihat di sampul belakang novel di toko buku :)

      Delete
  41. kak bagi-bagi font dong!
    Makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah font apa ya? font blog saya standar aja soalnya

      Delete
  42. Replies
    1. mohon maaf raja saat ini saya sedang tidak membuka privat menulis novel :)

      Delete
  43. Terimakasih sarannya... kalau berkenan silahkan kunjungi blog saya . anystorys98.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  44. terimakasih!!! sangat membantu... jika berkenan silahkan kunjungi blog saya anystorys98.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  45. kak masih gapaham sama yang awalnya klise. mohon dibuat contoh awal klise nya boleh?

    ReplyDelete
  46. thanks banget sis. lagi ngerjain tugas novel jadi dapet pencerahan lahhh.. beberapa bulan tertunggak novel gak jalan"

    ReplyDelete
  47. Terimakasih.. Tipanya bermanfaat banget :))

    ReplyDelete
  48. Ka ada recomendasi penerbit gak ka , binung nih masih mau ngirim kemana

    ReplyDelete
  49. Cara nyariin kata katanya gimana ya mbak/mas ?? Ceritaku seru tapi katakatanya :( :(

    ReplyDelete
  50. udah punya cerita tapi bingung awalnya mau nulis apa dan gimana? kasih contoh boleh mbak?????

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower