TENTANG SI CHIMER

Monday, November 28, 2011

BELUM CUKUP

Kamu datang.
Lagi-lagi membawa badai.
Kamu tidak pernah membawa sepoi.
Bagimu tidak penting seberapa banyak orang tersakiti.

Kamu datang lagi.
Kali ini membawa belati.
Menusuk membabi buta, penuh ekspresi.
Seakan kau makhluk yang suci.

Kau berganti Tuhan.
Kau pikir Tuhan adalah mainan.
Tuhan A marah, kamu lari ke Tuhan B.
Tuhan B marah, kamu berpindah ke Tuhan C.
Pengecut.
Kamu pengecut...

Aku ingin kamu hidup.
Terus hidup.
Hidup.
Lama.
Sangat lama.
Selama-lamanya.
Sampai seluruh dunia bosan!
Hiduplah!

pict from VisualizeUs

Hari ini dia mendatangi kakak saya di tempat praktiknya. Seakan belum cukup meninggalkan derita, ia menebar aib ke seluruh dunia kakak saya. Dia tidak punya malu. Baginya belum cukup sampai kami kembali tunduk bersujud di kakinya seperti dulu. Baginya belum cukup sampai kami menangis dan telanjang. Kami hanya tiga perempuan dengan harga diri yang koyak. Kami yang hanya tiga perempuan dengan kaki yang terseret-seret. Allah melindungi saya, menutup mata saya, menjaga hati saya. Namun sebuah sms datang dan saya cukup peka untuk mengetahui apa yang terjadi di luar pandangan mata saya. Saya menghubungi kakak saya dan menemukan jawabannya. 


Allah, saya tidak membencinya. Allah, kata benci tidak cukup menggambarkan perasaan saya. Allah, beri dia umur yang sangat panjang agar ia tahu rasanya kesendirian. Agar ia tahu bagaimana rasanya menjadi "manusia" yang rapuh dan mudah disakiti. Agar ia tahu bagaimana rasanya harga diri yang terinjak habis. Agar ia tahu bagaimana rasanya ditinggalkan, dikhianati, dan dicaci. Agar ia tahu dan mengerti... 
bagaimana rasanya... 
menjadi seperti... 
kami.

Follower