TENTANG SI CHIMER

Thursday, October 20, 2011

GOODBYE...


Sahabat saya, Anin, selalu bilang pada saya: Kamu jangan pernah terlalu mencintai siapapun. Jangan pernah terlalu menganggap dekat seorang teman. Cara seperti itu akan menghindarimu dari rasa sakit.

Nyatanya, saya tidak pernah begitu. Saya bodoh, saya naif. Saya selalu menganggap setiap orang pasti memiliki kebaikan dan dengan mudahnya percaya pada orang tersebut. Saya tidak pernah mencintai seseorang setengah-setengah.

Dan kemudian saya sadar…
Ya, selalu ada kebaikan dalam diri masing-masing orang. Sayangnya lebih banyak mana, kadar baik atau buruknya.

Mbak Ajeng juga mungkin benar, dia pernah berkata: kamu selalu gitu! Menganggap orang baru itu baik! Teman dan keluarga itu beda! Kamu nggak bisa memperlakukannya serupa!
Dan ya, saya menemukannya saat ini.

Saatnya berhenti menganggapmu sebagai temanku. Saatnya berhenti memberimu senyuman tulus dan canda – yang sebelumnya saya pikir bisa mencerahkan harimu. Saatnya berhenti menanyai keberadaanmu, apa kamu sudah makan, dan bagaimana harimu. Saatnya berhenti selalu tersenyum setiap kata-kata kasarnu menyakiti hati saya. Saatnya berhenti memaafkan setiap tindakan kasarmu yang kamu pikir itu tidak “apa-apa”.

Saya terluka.
Sebelumnya saya tidak pernah seperti ini.
Sahabat saya tidak sedikit yang kemudian mengkhianati saya namun saya selalu memaafkan. Selama dia menyadari dan mau berubah. Saya punya tingkat kemakluman yang sangat tinggi.
Tapi kali ini beda.
Saya harus berhenti.
Saya sudah cukup merasa sakit.

Dan kalau saya terus menerus “menjaga” perasaanmu, lalu siapa yang akan “menjaga” perasaan saya???

Ini sudah tahun ketiga, saya masih belum bisa memahamimu.
Mungkin kita memang terlalu berbeda. Mungkin harapan saya menganggapmu teman adalah omong kosong, Dan mungkin kata-kata manismu yang pernah berkata menganggap saya temanmu juga adalah omong kosong. Kamu selalu bilang semua yang kau lakukan demi "kebaikan saya", nyatanya kamu tidak pernah sekalipun menanyakan... bagaimana perasaan saya atas semua yang kaulakukan.

random by google

Segala yang memiliki AWAL pasti memiliki AKHIR. Begitu pula cinta, pernikahan, dan juga… persahabatan.
Tidak ada yang abadi. 

9 comments:

  1. jujur nes, buat aku sebetulnya lbh sakit dikhianati atau dikecewakan teman daripada pacar atau org yg kita jatuhi cinta....

    untungnya... aku blm pernah ngalamin disakitin temen...

    trus ini aku mau ngomong apa lagi ya? hihihi... aku ga bs kasih nasehat sok bijak, soalnya lg galau...

    wkwkwk

    yukdahbabay :P

    ReplyDelete
  2. sabar nes :)

    aq jd inget, pas lg semester akhir skripsi, aq malah di fitnah sama sahabatku sendiri, dan itu berkaitan sama dosen, sahabatku ga rela aq lulus duluan, makanya cari2 masalah, habis itu dia aku blacklist dr daftar sahabat....

    pikirin skripsinya aja ya....itu cm buang2 waktu (soalnya aq jg wkt itu buang2 bnyk wkt juga gara2 masalah sama sahabat)

    ReplyDelete
  3. ya. jangan terlalu berlebihan dlam mencintai seseorang. 75 persen aja. kalo cinta sama Tuhan dan ortu boleh deh 100 persen.

    ReplyDelete
  4. saya juga dulu pernah dikhianati oleh sahabat dekat saya Nis, dan rasanya luar biasa sakit.. hmm, tapi semoga kejadian itu memberikan pelajaran luar biasa untuk kita.. dan karena itu juga, saya jadi tidak terlalu terbuka dan percaya dengan sahabat2 saya..

    ReplyDelete
  5. ugh, postingan sedih di sela-sela pembuatan skripsi >.<

    ReplyDelete
  6. De,
    jadi ga bisa ngomong, hanya aku melihat pada dasarnya kau sosok 'putri'yang baik dan begitu lembutnya

    Hanya saja bila ini menyakitimu, benar ucapmu : siapa yang menjaga perasaanku ini

    Lakukankanlah apa yang menurutmu baik, termasuk 'mengistirahatkan' semuanya, karena yang tahu dan bisa ukur dirimu adalah dirimu sendiri.

    Salam.

    ReplyDelete
  7. tenang buk..kalo masalah tersakiti, gag ada yang bisa menghindari. sekarang tergantung kita mau menyikapinya. mau cuek beibeh, go on with our lives atau mo meratapi berkesinambungan <- biar keliatan berpendidikan..

    ReplyDelete
  8. haaaa beneran teh asli emang kayak gitu, >.</sabar ya teh

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower