TENTANG SI CHIMER

Sunday, September 4, 2011

PERCERAIAN

image random by google

Saya memang masih anak kecil yang belum dewasa dan egois.
Saya masih belum mengalami ikatan sekuat pernikahan dan lainnya.
Saya tidak tahu apa-apa soal konsekuensi kendati dampak itu telah nyata terasa.

Bagi kebanyakan anak kecil, mereka akan histeris dan menangis menghadapi kata PERCERAIAN.
Sayangnya saya... tidak demikian.

Bagi saya, segalanya sudah tidak ada lagi bedanya.
Bagi saya, sudah tidak ada lagi yang perlu ditakuti.
Sudah tidak ada lagi kehilangan karena dari awal saya tidak memiliki apapun.
Segalanya tidak mungkin LEBIH BURUK dari ini semua.

Saya pada posisi ketika luka yang tercipta jauh lebih besar dari segalanya,
jadi apa lagi yang patut untuk dipertahankan?

Seperti luka di telapak kaki,
Terlalu menyakitkan bagi saya untuk terus berjalan di atasnya,
Dan untuk menyembuhkannya sudah lebih dari kata TERLAMBAT.
Saya relakan kaki saya tersebut hilang, amputasi saja.
Tidak apa.

Saya masih punya kaki satunya.
Saya masih punya dua tangan.
Saya masih punya dua mata.
Dan saya masih punya...
banyak hal yang masih bisa untuk saya syukuri dalam hidup ini.

Saat ini, saya tidak sabar...
untuk menunggu kata itu,
tereksekusi.
Terus terang saya tidak sabar menanti.

Terdengar jahat? terdengar tidak berperasaan?

Maaf...
Saya memang ditakdirkan menjadi manusia kelam.
Bukannya karena saya ingin,
Hanya saja...
hidup kadang tidak memberi banyak pilihan.

Semoga yang terbaik yang terjadi dalam hidup saya dan juga hidup kalian.
Amin

Follower