TENTANG SI CHIMER

Monday, August 29, 2011

SANGAT LELAH


Well, yeah… siapa sangka memaafkan bisa menguras tenaga saya sampai habis tak tersisa seperti ini? Dulu saya pikir memaafkan itu sangat sederhana. Seseorang meminta maaf, kita bilang: ya, saya maafkan… kemudian semua berjalan normal.

Hal yang paling sulit dari memaafkan adalah ketika mereka yang menyakiti kita tidak menyadari tindakannya, tidak meminta maaf, terus melakukannya dan kita berusaha keras untuk menghentikan tindakannya.
pict from here
Yah– saat ini – sedang membangun pondasi diri saya dari awal, kawan-kawan. Banyak yang salah dalam diri saya. banyak yang harus diperbaiki agar tidak “merusak” yang lainnya. Saya tahu itu tampak sederhana, itu hanya pondasi.

Tapi sebuah bangunan tidak akan berarti apa-apa tanpa “pondasi”. Dan untuk memperbaiki “pondasi” tersebut saya harus menurunkan ego saya untuk menghancurkan “bangunan di atasnya” dan memulai lagi dari awal.
Membenahi dari nol.

Hampir setiap malam saya berdoa agar hati saya bisa mengikhlaskan. Agar saya bisa terus berjalan tanpa rasa sakit. Hampir setiap saat saya harap saya bisa jauh lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih segala-galanya dari sekarang. Tapi – tentu saja – itu semua tidak bisa datang begitu saja jatuh dari langit, semua butuh proses yang juga sama-sama menyakitkannya.

Saya ingin menjadi lebih kuat. karena dengan demikian saya tidak perlu menggantungkan hidup saya pada lainnya. saya ingin menjadi lebih dewasa agar tidak merepotkan lainnya. saya ingin lebih karena saya merasa saya masih banyak kekurangan. Saya menulis selfnote untuk diri saya sendiri, saya berusaha memperingatkan diri saya sendiri akhir-akhir ini. namun kenyataannya bicara selalu lebih mudah ketimbang menjalankannya. Saya seringkali terjegal di tengah jalan dan bangkit dengan merasa kesepian, sendirian.
Ini…
Sangat…
Melelahkan…
Saya lelah.
Sangat lelah.

Dan, oh, akun FB saya memang sengaja saya kunci. Saya menghindari segala hal gangguan dari luar pada masa perbaikan pondasi ini. Saya hanya membuka kunci FB saya pada teman-teman KKN (untuk masalah rencana pasca KKN) dan juga SATU teman (yang saya rasa secara insting bisa menghibur suasana hati saya yang sedang gelap). Beberapa mungkin menyadarinya KUNCI ini namun mungkin lebih banyak lagi yang tidak menyadarinya. Itu bagus, saya tidak mau mereka mengira, saya menge-block mereka.

Ya… beberapa memang ada yang bertanya apakah saya mengeblok mereka? Dan saya jawab sambil tersenyum:

Maaf ya jangan tersinggung. Ini bukan karna kamu kok… ini tentang “saya sendiri”. Kalau ada apa-apa hubungi saya lewat sms dan message Fb.

Semoga saya masih semangat memperbaiki semua ini. Amin. 

Masih panjang banget nih jalan saya... *menyeka keringat*

5 comments:

  1. Aku sadar kok Nek kalo dinding sampean dikunci :D
    Semoga sukses membangun pondasi nya kembali;D

    ReplyDelete
  2. wahh..iyalah..istirahatlah Nes..tapi kalo saran gw jangan dari nol..nanti capek lagi ngebangunnya.. :)
    dari yang ada aja dibenahin..

    Sukses!
    Salam MagaHaya!

    ReplyDelete
  3. Pantesan yaa nggak bisa komen ke status kamu belakagan ini -___-"

    Umm, aku juga sedang berusaha memaafkan, dan yaa memeang lelah rasanya :(

    ReplyDelete
  4. Asek, seberapa sakitnya sih mmng sampe gak bisa memaafkan? :)

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower