TENTANG SI CHIMER

Saturday, July 30, 2011

SAYA DAN TENTANG KEHILANGAN

"Saya sudah berhenti menangis. Bukan karena sudah tak lagi mencintaimu melainkan karena sudah puas bersikap egois."

Sudah berapa tahun sejak kepergianmu saya masih menangis ketika mengingatmu, Eyang Kakung. Rasanya sudah bertahun-tahun lamanya saya memilih melupa ketimbang mengingat kenangan bersamamu. Saya menangis terlalu banyak atas banyak hal, kepergianmu, adalah salah satunya. Saya menangisimu dalam diam yang mencekat kerongkongan. Saya menangisi kepergianmu dalam abai yang sengaja saya ciptakan.

Eyang, kemarin saya melewati depan makammu tanpa sengaja ketika saya beraktivitas di kota tempat saya KKN saat ini, Sidoarjo. Sebuah kota yang dipenuhi kenangan buruk masa kanak-kanak saya. Ya, saya tidak punya banyak kenangan indah saat masih kecil namun "waktu bersamamu" adalah yang terbaik yang saya miliki. "Bersamamu" adalah satu-satunya kenangan masa kanak-kanak saya yang mampu membuat saya tersenyum tulus, bukannya senyum kecut seperti biasa.

Eyang, kamu pernah bilang saya adalah cucu kesayanganmu. Eyang selalu suka berjalan-jalan mengelilingi tambak udang bersama saya di atas goncengan sepeda kayuh jadulmu. Kulitmu legam sementara kulit saya putih. Orang-orang suka menertawai kontras warna kulit kita tapi kamu malah bangga, kamu bilang saya cantik. Setiap siang hari kamu selalu meminta saya memijitimu, kamu bilang saya pandai memijit. Karena senang atas pujianmu, saya terus memijitimu sampai jatuh tertidur di sebelahmu. Kamu selalu bilang saya pandai bicara dan keras kepala, katamu saya akan cocok bergelut di kancah politik (padahal mami mati-matian mengarahkan saya agar menjadi dokter), nyatanya... kau benar... saya kini kuliah di jurusan perpolitikan. Haha...

Eyang, saat ini, ketika melewati makammu, saya sudah tidak lagi menangis. Saya malah tersenyum. Saya sadar kamu adalah kenangan terindah masa kanak-kanak yang saya miliki. Kamu indah karena tidak lagi mampu saya miliki. Kamu indah dan saya ingin kamu tetap begitu.

Eyang, saat ini, saya bahagia karena kamu telah tiada, kamu terlalu baik untuk menghadapi buruknya dunia. Eyang, saat ini, saya mengerti sudah saatnya saya berhenti bersikap egois dengan menangisi kehilanganmu.

Kamu lebih baik di sana dan memang seharusnya saya bisa belajar menerima kenyataan itu.

Eyang... cucumu menjadi jauh lebih kuat sekarang. Tidakkah kamu bangga??? 

Taman Makam Pahlawan
pict from here. Eyang saya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sidoarjo

"Dalam kehilangan, mana yang lebih kau tangisi, kepergiannya atau kehilanganmu atasnya?" - quote dari sebuah novel yang mana saya lupa judulnya

keep fight,

8 comments:

  1. sugeeeee~~ Eyang Kakungnya nenek dimakamkan ditaman makam pahlawan OwO

    Semoga diterima disisi ALLAh :)

    ReplyDelete
  2. terharu mbak baca postingan ini...

    ReplyDelete
  3. eyang kakungmu bener banget....
    sumberdaya alami yg kamu punya gak akan bisa termaksimalkan kalo kamu jd dokter

    lagipula dokter itu kalau untuk orientasi finansial salah bgt milih profesi itu.. tinggi resiko banget...
    tapi ya itu sih, kaya amal insyaAllah..kembali ke kepribadian masing2 yg njalanin nduk...

    ReplyDelete
  4. all: thanks teman-teman :) amin ya... eyang saya orang yg sangat baik :)

    ReplyDelete
  5. envy you... aku ga pny kenangan manis ttg dua kakekku. yg satu sdh lama meninggal sblm aku lahir, yg satu lagi... you know, pernah kutulis di blog...

    smoga eyangmu bahagia dalam tidur panjangnya :)

    ReplyDelete
  6. hiks..eyang saya juga baik sekali tapi dia sudah tiada...

    ReplyDelete
  7. Aw, mengharukan sekali, semoga eyang kita semua diterima di sisinya ya.. :)

    ReplyDelete
  8. Harus ikhlas dan jangan nangis lagi... Supaya eyang juga bisa bahagia di atas sana... Pasti kan eyang kakung juga jadi sedih, kalo liat kamu nangis terus Nes :D

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower