TENTANG SI CHIMER

Wednesday, June 29, 2011

AKHIRNYA SAYA MENGERTI

sebuah dile jpeg random di laptop


 Tuhan, akhirnya saya mengerti. Saya memang harus melewati ini semua. Saya memang harus terluka. Saya memang harus menangis. Saya memang harus “mati” untuk kemudian “lahir” kembali.

Tuhan, akhirnya saya mengerti. Bahwa hidup itu adalah ketika bahagia dan sakit datang berganti. Bahwa ketika fase gelap dan terang adalah fase yang harus dijalani. Bahwa memandang dari sudut yang berbeda akan membuat saya semakin bijak.

Tuhan akhirnya saya mengerti rasa sakit ini bukanlah yang menyebabkan saya mati melainkan yang menyebabkan saya terus hidup.

Tuhan akhirnya saya mengerti, rasa sakit ini meyakinkan saya bahwa saya manusia yang masih bisa terluka dan melukai. Bahwa saya masih memiliki “hati” yang harus saya jaga dan saya lindungi sebaik mungkin. Demikian dengan hati orang-orang terdekat saya.

Tuhan akhirnya saya mengerti. Ini bukan tentang saya menderita masokisme atau apa. Tapi dalam fase ini saya memang sudah mampu mengatasi rasa sakit ini dan berdamai dengannya. Itu sebabnya saya merasa nyaman bersama-nya.

Tuhan akhirnya saya mengerti. Saya tidak gila, saya hanya berharap saya gila agar saya bisa lari dari kenyataan.

Tuhan akhirnya saya mengerti. Saya harus diperlakukan dengan sangat kasar agar saya mampu mensyukuri “sesuatu“ yang mana anugerah-Mu yang harus saya jaga sebaik mungkin.

Tuhan akhirnya saya mengerti. Kamu memang tak pernah mengabulkan doa-doa saya karena doa-doa saya kekanak-kanakan. Kamu tidak pernah mengabulkan doa-doa yang bolak balik bilang ingin “hilang selamanya dari muka bumi“. Kamu pun abai pada celetukan saya yang bolak balik bilang “ingin mati”. Kamu tahu saya hanya meluapkan emosi dan dengan pengertiannya memaklumi.

Tuhan saya mengerti dan mungkin Kau akhirnya berhasil membuat saya mengerti kali ini. Congratz ya, Tuhan…

*nyalain petasan* *bakar kembang api segerobak* *lempar bom ke JW Marriot*

Maaf, Tuhan… yang terakhir saya cuma bercanda. Ah, tapi Kamu ngerti kan saya cuma bercanda? Jangan jahat-jahat sama saya, saya ntar nangis loh. Kalau nangis, saya susah berentinya. Dan Kamu mungkin bisa pusing dengar rengekan saya.

Tuhan, saya membenci-Mu karena Kamu begitu mencintai saya dengan cara-Mu yang menyebalkan. Tuhan saya membenci-Mu karena walaupun Kau menyebalkan saya tidak bisa berpaling dari-Mu.

Tuhan, apa kamu juga membenci saya?

Kamu benci karena saya begitu seksi…  maksud saya karena saya begitu nakal, keras kepala dan sulit diatur?

Mau bagaimana lagi Tuhan, saya memang masih kekanak-kanakan dan suka berbuat aneh-aneh. Seperti halnya saat ini, saat saya sedang ngobrol dengan-Mu, saya malah mengajakmu bercanda haha hihi. Saya memang sulit serius, mungkin karena saya sedang lelah menjadi super serius menjalani hidup.

Tuhan, Kau Maha Berlelucon juga kan?

Bagaimana mungkin tidak? Hidup yang Kau ciptakan penuh dengan lelucon begini?
Aniwei, Tuhan, terima kasih sudah menghidupkan saya. Karena dengan demikian saya bisa tahu betapa menyebalkannya menjadi manusia dan bagaimana menyenangkannya ketika berbuat nakal. Saya bisa tahu bagaimana sakitnya ketika disakiti dan betapa indahnya ketika dunia tersennyum pada dirimu. Tuhan, terima kasih…

Saya tahu ucapan terima kasih saya ini aneh.

Tapi Tuhan, saya memang aneh. Jadi mau digimanakan lagi…

Saya juga sebenarnya mencintai-Mu kok, walaupun dengan cara yang aneh.

Senyum dikit dong, Tuhan…

Peluk...

2 comments:

  1. wew...baru tahu ini ada Tuhan yg diajak bercandaa :D
    xixixii
    Tuhan memang gaolll abiesss
    hehhehehe
    bisa mengerti apa yg terbaik :)

    ReplyDelete
  2. iya,,, Tuhan memang gawol abissss :))

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower