TENTANG SI CHIMER

Tuesday, May 10, 2011

KEPADAMU, MAAF TLAH MENGABAIKANMU




Kamu tahu kan saya orang yang bebas? Kamu tahu saya sering meninggalkanmu sendiri dan bepergian ke manapun saya suka?
Pernahkan kau bicara, tapi tak didengar? 
Tak dianggap sama sekali.
Entah kenapa diantara ratusan list lagu yang tengah saya putar di Lenovo, lagu Teruskanlah, Agnes Monica tersebut harus ditakdirkan terputar secara random oleh Jet Audio. Itu menyakitkan.
Pernahkah kau tak salah, tapi disalahkan? 
Tak diberi kesempatan…
Kamu tahu kan saya suka terlepas? Dan nyaring suaramu tak lebih saya anggap sebagai sebuah gangguan atas romantisme kesendirian saya?

Bagiku… bersamamu adalah hidup bersama “ikatan” itu sendiri. Saya harus seringkali memperhatikanmu dan juga merespon semua tingkah laku rewelmu. Bagiku, berjalan bersamamu, adalah sebuah tanggung jawab yang harus saya tepati serta janji yang terlarang tuk teringkari.

“Satu pesan tak terjawab,” begitu saya mengerang setiap waktu. 
“Memangnya satu panggilan tak terjawab?” teman saya selalu berseloroh ketika saya berkata demikian.

Ya, bagi saya itu adalah pesan yang tak terjawab. Sebab butuh berjam-jam sampai seharian penuh bagi saya untuk membalas sebuah pesan sekalipun. Kamu terabaikan, saya tahu, tepatnya kamu SENGAJA saya abaikan.

“Ubah dong kebiasaanmu itu!” entah sudah berapa teman-teman saya yang protes, mereka berharap saya bisa lebih memperhatikanmu. 
“Malas ah!” 
“Hu, bilang saja kalo emang ga mau berubah!”
Benar. Saya memang tidak mau dan tidak berusaha berubah. Saya senang meninggalkanmu, saya senang mengabaikanmu.

Saya jahat? Tidak dong, kan saya tidak pernah memperlakukanmu secara kasar.

Saya hanya membiarkanmu berbaring seharian di atas ranjang saya, diam, menunggu, dan sesekali saya akan datang tuk memintamu melayani saya. Dan kamu selalu rela dan berbaik hati melayani saya. Kamu selalu tidak pernah menolak saya. Kamu selalu ramah dan membantu saya dalam banyak hal.

Kendati demikian saya seringkali merasa egois atasmu. Aku hanya datang di saat saya membutuhkanmu saja. Mungkinkah ini refleksi dari rasa bersalaha saya yang mendalam? Mungkinkah jauh di lubuk hati saya yang terdalam, saya sebenarnya mencintaimu? *halah*

Ya, kamu selalu baik pada saya hingga kejadian kemarin sore.

Kamu… meninggalkan saya…
Kamu pergi…
Kamu hilang…
Kamu tak kembali…
Kamu… kamu… kamu…

Kamu yang biasanya selalu setia menanti saya dengan duduk manis dan berbaring di atas ranjang saya! Kamu yang biasanya selalu membantu saya! Kamu yang biasanya selalu mengganggu dengan suara-suaramu di tengah malam! Kamu yang selalu saya abaikan! Kamu yang selalu saya sakiti!

HANDPHONEKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hiks… hiks… kembalilah… jangan hilang gitu aja…

Saya kena marah mami gara-gara menghilangkanmu!

NB. Kamu akan lebih memahami arti sesuatu ketika ia hilang dari kehidupanmu


2 comments:

  1. oh jadi keinget hengpon 7610 dan 6300 ku yang lenyap :((

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower