TENTANG SI CHIMER

Thursday, April 14, 2011

DIBALIK UBUR-UBUR KABUR



Jadi akhirnya novel perdana saya terbit juga.

Sejujurnya, Ubur-ubur Kabur yang biasa saya singkat menjadi UUK ini bukan lah novel perdana saya. Seharusnya dia adalah novel kedua saya. Sebelumnya ada sebuah novel berjudul THE SHADOW yang (seharusnya) diterbitkan namun dunia penerbitan memang tidak semudah yang terlihat. Um… tentu saja kalau kalian punya koneksi, itu lain cerita. Atau kalian ingin menerbitkan secara indie, itu juga lain cerita lagi. Pada akhirnya The Shadow hanya menjadi bayang-bayang dan tidak pernah menjadi nyata alias tidak diterbitkan. Oke, kita skip aja soal beratnya permasalahan dunia penerbitan (cieee) soalnya lagi ga mood ngomongin yang berat-berat.


UUK ini saya tulis ketika saya baru lulus kelas 12 (kelas 3 SMA). Lalu mengendap lama dalam komputer dan baru terjamah tangan saya lagi ketika suatu malam setelah tahajud saya memimpikan memegang sebuah novel dengan tulisan Penerbit Andi di bagian sampul belakang novel tersebut. Padahal waktu itu, Andi terkenal sebagai penerbit buku-buku pelajaran dan komputer, jadi mimpi itu sempat saya abaikan beberapa waktu.

Dan entah kena sembur dukun mana, saya kok tiba-tiba iseng ngirim UUK ke Andi dan keterima? Yah, suratan takdir…

Saya cuma bengong waktu dikabari ada surat penerbit bahwa naskah saya akan diterbitkan. Rupanya ada lini baru penerbit Andi bernama Sheila yang menerbitkan novel-novel remaja.

Saya kemudian bertanya pada teman-teman sesama penulis soal penerbit Andi, mereka bilang Andi professional dan distribusinya sudah mencapai nasional. Intinya, Andi merupakan salah satu penerbit nasional besar dan naskah saya nantinya akan terdistribusi dengan baik. Terkait dengan pembayaran royalty, teman-teman juga bilang Andi tidak nakalan.

Begitu saya baca surat perjanjiannya pun, Andi cukup fair dan tidak membebani saya sebagai penulis. Bagaimana pun, bukan kali pertama saya memegang surat kontrak penerbitan, jadi saya sedikit banyak bisa membedakan mana yang menguntungkan dan yang menyudutkan.

Saya menandatangi dan mengirim kembali surat tersebut. Setalah menunggu sekitar 6 bulan, UUK akhirnya terbit di awal tahun 2011. Yah, sejujurnya, menunggu itu bukan hal yang menyakitkan bagi saya, naskah saya THE SHADOW saja, saya sudah menunggu selama 3 tahun dan akhirnya saya putuskan untuk menariknya dari penerbit.

Atas novel UUK ini saya menerima banyak saran dan kritik. Sebagian besar saya terima dengan tawa renyah karena bagaimana pun itu tulisan saya tiga tahun yang lalu. Sudut padanganya masih SMA banget dan diksinya masih sangat sederhana. Namun bagi penggemar teenlit buku ini pasti jadi favorit mereka.

Saya menerima pujian kebanyakan dari anak-anak SMA melalui FB dan email. Atau dari mereka yang memang menyukai bacaan ringan. Yah, kan dunia sudah berat, jadi mereka lebih suka baca yang ringan-ringan demi meringankan beban mereka (ciee lagi).

Kalau teman-teman kuliah saya yang sudah baca berkomentar...


Venny FKG UNAIR 2007 : bagus… aku kan suka bacaan ringan…
Widha HI UNAIR 2008 : aku suka… bagus banget!
Renny HI UNAIR 2008 : sumpah, lucu! bagus banget! Mau tak bikini film ah!
Lilik HI UNAIR 2008 : mau Daniel… huhu, suka deh!
Nurudin STAN 2007 : sumpah ceritane cacat banget! Sip boss!
Fatah HI UNAIR 2007 (Penulis buku Travelious Lombok )  : haha, ceritamu lucu, agak krik-krik ala anak SMA tapi aku suka!
Tita HI UNAIR 2008 : bagus sih… tapi kata-katanya terlalu sederhana.
Ajeng FKG UNAIR 2006 : ah… novelmu yang mana itu? Kayaknya belum pernah baca deh *purapuraAmnesiaTakInginMenyakitiPenulis
Tuty HI UNAIR 2008 : UUK itu ga banget. Eeerrgh… kau merusak citra kepenulisanmu… *sinisAbis
Anin Manajemen Keuangan UNIBRA 2007 (Penulis novel Social Girl)  : banyak yang salah tuh! Benerin! (telat, kadung terbit, :p)
Lucky FKG Hang Tuah 2008 : ah, novel apaan itu??? Ga jelas! (jahat abis)

Yah dalam hidup itu pro dan kontra itu sudah biasa. Kaya SMASH geto deh…

Dan anehnya lagi, Anin memberitahu bahwa UUK habis terjual di Gramedia Malang padahal dulu ada 10 eksemplar. Nah lo… hebat kan gue…

Kata Anin       : selamat ya, buuuk… 
Kata Ajeng      : wah, selamat ya, Deponk, dapet royalty gede…
Kata Oci          : diumpetin di gudang kali, gara-gara ga laku, ngabisin tempat!
Kata Lucky     : Hiyeeeekkkkk…

Akhir kata, bagi teman-teman yang menyukai novel saya, saya ucapkan terima kasih karena menerimanya dengan apresiasi postif. Bagi yang memberi apresiasi negatif beserta saran dan kritik, saya juga ucapkan terima kasih. Tunggu perbaikan tulisan saya pada novel-novel selanjutnya.


Salam hangat,
Penulis Sok Manis

Bocoran: Saat ini saya sedang dalam proses pencarian jodoh atas naskah Romance Drama berjudul ATRAN.

6 comments:

  1. awawaaaaaawwww ditunggu depaaaaa... :D oh novelku apa kabarmu? (guling2 kasur) stres inget laporan KKNP dan skripsi...

    udah nulis jurusanku salah pula *getok*.. manajemen keuangan aku nduuukk

    ReplyDelete
  2. ampun aniiiin *getokDiriSendiri
    sudah nasib saya pelupa... tak terselamatkan lagi...
    iya... mana ya... tak tunggu anak keduanya lho... *mengujiKesuburanJaninKreativitasmu :p

    ReplyDelete
  3. Weks, udah punya karya sendiri. Aku masih antologi ama temen-temen. Pengeeeeen.....

    ReplyDelete
  4. semangat bang riu!!!
    saya malah lg belajar nulis antologi, bang. maklum, ga bisa nulis pendek2. syusah (menurut saya). ngik...

    ReplyDelete
  5. pengen baca, dan memaki seperti mereka :P

    ReplyDelete
  6. mbak lama aku ga kesini..emang bagus kok mbak novelnya adikq juga baca dari novel itu lucu mbak isinya :D

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower